Tokoh Muda Muhammadiyah Sebut Jalaludin Rahmat Tidak Waras

sangpencerah.id – Kontroversi yang dilakukan Jalaludin Rahmat salah satu anggota DPR yang juga Tokoh SYiah Indonesia kerap menjadi sorotan publik khususnya ummat islam, kali ini datang dari salah satu tokoh muda Muhammadiyah Ma’mun Murod yang juga Dosen Universitas Muhammadiyah Jakarta menyebut Jalaludin Rahmat ini sinting.

Dalam akun facebook nya Ma’mun Murod al Barbasy menulis tentang sosok Jalalaudin rahmat atau kang jalal sebagai berikut

Saya termasuk orang yang sangat mencoba utk sllalu berusaha menghargai dan memahami perbedaan pandangan keagamaan selagi masih pada batas2 yang proporsional. Namun di luar batas2 itu, kata “sinting” (maaf, mungkin terlihat agak kasar) lbh pantas disematkan pd orang yang “berbeda” di luar batas kepatutan. Jalaluddin Rahmat ato biasa disapa Kang Jalal, tokoh Syiah (IJABI) munkin salah satu orang yang pantas disebut “sinting”.

Bbrp kali mengikuti forum yang dihadiri Kang Jalal, sy sll dibikin kecewa. Selain bicaranya yang ngaco, jg tdk berjiwa ksatria. Pernah di forum bcr ngaco ga karuan2 (biasanya jelek2in sahabat, Aisyah, Muawiyah wa alihi wa ashabihi), eh giliran sesi tanya jawab ditinggal kabur. Pernah jg yang ngawur, Kang Jalal menyebut bhw dlm Kitab al-Iqna bab Istinja katanya ada disebutkan bhw boleh cebok pakai KERTAS YANG BERASAL DARI KITAB INJIL.

Ini jelas pernyataan yang provokatif n mengadu domba. Ketika sy sangkal bhw Kitab al-Iqna itu kitab fiqh wajib di banyak pesantren n tdk ada bahasan yang spt itu (boleh cebok pakai kertas dr kitab injil), mk jwban Kang Jalal, “sy baru lihat dr internet, smntr fisiknya belum lihat.” Bayangkan seorang yang katanya akademisi (skrng politisi) kok pandangannya bgt. Sekarang dlm Disertasi yang sedang ditulisnya, Kang Jalal menyebut Muhammad saw sbg Ahli Sihir, hanya utk “menghina” Rasul, krn Rasul tdk menegaskan siapa menggantinya dlm hal kekhalifahan. Tentu pengganti yang diinginkan oleh Kang Jalal n pengikut Syiah Imamiyah (baik sab’ah ato itsna asyar) lainnya adalah Ali bin Abi Thalib.

Kritik kepada Jalaludin Rahmat bukanlah sebuah ujaran kebencian tanpa dasar namun sebuah kritik kepada sikap Jalaludin Rahmat yang kerap menghadirkan kontroversi di tengah – tengah ummat islam. (redaksi)