PP Muhammadiyah : Ajaran Islam Jelas Larang LGBT

SangPencerah.com – Ketua Umum PP Muhammadiyah, Dr.Haedar Nashir menyerukan kepada seluruh warga Muhammadiyah tetap istiqomah membangun kehidupan yang berpedoman pada nilai-nilai agama. Selain itu, kepada seluruh sekolah, mulai dari sekolah tingkat taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi yang ada di dalam naungan Muhammadiyah mewaspadai masuknya pemikiran dan ideologi yang bertentangan dengan ajaran Islam dan kebangsaan.

“Kepada para tokoh, kami minta tetaplah menghormati ajaran agama dan Pancasila. Janganlah terpaku dan bersikeras memperjuangkan nilai kebebasan yang seolah tanpa batas itu. Sebab, bila nilai tersebut diterapkan di sini, maka yang hadir hanyalah bencana bagi bangsa ini, khususnya umat Islam Indonesia,’’ kata Haedar Nashir , (Selasa 26/1).

Haedar mengakui, saat ini memang terlihat ada upaya yang keras untuk menyebarkan paham liberalisme-sekularisme secara kebablasan. Kebebasan yang mereka agungkan merebak ke mana-mana dan dilakukan dengan menafikan nilai ajaran agama. Bahkan, gerakan ini mencoba secara serius menyebarkan paham bahwa ajaran agama itu tak sesuai dengan HAM, berkonotasi kumuh, tak sesuai dengan kehidupan modern, terbelakang, dan kuno.

“Kami paham mengapa para penganut liberalisme bersikap seperti itu. Sebab, paham ini muncul sebagai sikap antiagama yang dulu hadir di Eropa. Dan, sayangnya banyak di antara sebagian umat Islam juga larut dalam paham ini. Entah karena genit atau karena dilakukan sebagai sikap sengaja karena mereka sudah memilih menjadi pengikut pemikiran ini,’’ kata Haedar.

Menyinggung soal merebaknya kontroversi soal lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT), Haedar menegaskan ajaran Islam sudah sangat terang dan jelas melarangnya. Dalam hal ini, seluruh sekolah, lembaga, dan insitusi harus bergerak mengatasinya.

“Kepada sekolah Muhammadiyah saya mengimbau tetaplah dan istiqamahlah pada nilai-nilai ajaran Islam yang telah digariskan oleh Majelis Tarjih. Kalau ada yang terimbas LGBT, bantulah dan sembuhkanlah mereka. Jangan malah menciptakan suasana yang memberikan paham ini makin meluas atau bergerak bebas,’’ katanya.

Ditegaskan Haedar, ajaran Islam telah jelas menggariskan dalam soal hubungan lelaki dan perempuan serta soal pernikahan. Salah satu di antaranya mengatur bahwa hubungan seksual itu harus berada di dalam wadah nilai sebuah perkawinan serta dilakukan oleh insan yang berbeda jenis.

“Jadi, kalau ada ‘pernikahan’ sesama jenis itu jelas melanggar ajaran Islam. Dan, sikap kami ini dijamin oleh Pancasila dan konstitusi negara. Sekali lagi, janganlah ikuti ajaran yang memutlakkan ‘kebebasan dan HAM’ yang banyak di antaranya hanyalah merupakaan copy paste pemikiran Barat yang memang lahir dari sikap antiagama dan antituhan (ateis) itu,’’ ujar Haedar Nashir menegaskan.

Kepada media massa, khususnya kepada pengelola stasiun televisi, juga harus bersikap untuk tidak memberikan peluang munculnya nuansa LGBT di berbagai tayangan yang diproduksinya. Sikap ini penting karena masyarakat kemudian menganggap bahwa perilaku menyimpang itu adalah hal yang wajar dan bukan sebuah orientasi batin dan pemikiran yang menyimpang dari nilai sosial, agama, dan kehidupan. (sp/rol)