SangPencerah.com- Muhammadiyah sebagai organisasi raksasa pendidikan dan kesehatan tentu tak ada yang meragukan. Bagaimana tidak, amal usaha Muhammadiyah tersebar keseluruh pelosok nusantara, dari pusat perkotaan hingga pedesaan, dari tingkat bawah hingga tingkat atas. Salah satu dari ribuan amal usaha Muhammadiyah yang membanggakan adalah keberadaan Rumah Sakit Muhammadiyah Jombang (RSMJ). Jombang selama ini memang dikenal sebagai basis NU yang paling kuat, disinilah salah satu ormas islam terbesar ini dilahirkan, hingga banyak santri-santri dihasilkan. Sehingga tidak jarang banyak yang menyebut Jombang sebagai ‘ibukota’ NU, layaknya kita menyebut Yogyakarta sebagai ibukota Muhammadiyah. Tapi siapa sangka, didaerah dimana Muhammadiah menjadi minoritas, amal usaha kesehatan berhasil didirikan. Semua itu tentu tak semudah membalik telapak tangan, tetapi melalui banyak rintangan perjuangan yang tak ringan.

salah satu gedung awal berdirinya RS Muhammadiyah Jombang
salah satu gedung awal berdirinya RS Muhammadiyah Jombang

Berdirinya Rumah Sakit Muhammadiyah Jombang dimulai dari rasa keinginan yang kuat dari seluruh warga Muhammadiyah Jombang untuk memiliki sebuah amal usaha kesehatan yang representatif, sebagai wahana untuk mengembangkan media dakwah amar ma’ruf nahi munkar, yang merupakan bagian tak terpisahkan dari gerakan Persyarikatan Muhammadiyah khususnya di bidang kesehatan.

Dengan memanfaatkan sebuah bangunan wakaf dari KH. Abd Muchid Djaelani dengan posisi ditengah kota, maka dimulailah dengan rapat koordinasi antara Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah yang dipimpin oleh Ibu Mustifah Basar (Alm) beserta jajarannya dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Jombang yang dipimpin oleh Bpk. K.H. Fauzan (Alm), Beserta jajarannya khususnya dari Majelis Kesehatan dan Kesehatan Masyarakat Pimpinan Daerah Muhammadiyah Jombang, membuat kesepakatan (MOU) atas dimulainya pendirian Rumah Sakit Muhammadiyah Jombang dengan kepanitiaannya melibatkan personil dari ‘Aisyiyah dan Muhammadiyah.

KH. Abdul Muchid Jaelani, perintis RS Muhammadiyah Jombang
KH. Abd.  Muchid Djaelani, perintis RS Muhammadiyah Jombang

Maka pada tanggal 1 Agustus 2001 terlibatlah surat keputusan panitia pembangunan Rumah Sakit Muhammadiyah Jombang dengan susunan panitia sebagai berikut :

Ketua                           : KH. Abd. Muchid Djaelani

Wakil Ketua               : Hj. Ny. Mamiek Rasyid Suyono

Sekretaris I                 : Arif Hidayat

Sekretaris II               : Maknunatin

Bendahara                  : Hj. Ny. Siswati Ning Dyah Amri

Wakill Bendahara     : Hj. Ny. Suliyah A. Munif

Seksi

Pembangunan           : Drs. H.M. Shodiq K

Sosialisasi                   : H. A. Miftah Latif

Penggalian Dana      : Drs. Fatkhurahman Sany

Panitia mulai bekerja dalam strateginya untuk mendapatkan dana, yaitu dengan melibatkan peran serta seluruh warga Muhammadiyah Kabupaten Jombang dengan cara mengedarkan kupon seharga Rp. 10.000 tiap orang melalui Pimpinan-Pimpinan cabang yang ada, serta donatur dari para simpatisan Warga Muhammadiyah yang tersebar diberbagai daerah dan sumbangan dari uang kas Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah, memberikan semangat tersendiri bagi panitia dalam meneruskan gerak dan langkahnya.

Dalam perjalanannya berbagai rintangan dan hambatan banyak menghadang baik masalah pendanaan yang mulai macet maupun proses perijinan yang rumit. Pada saat itu birokrasi di Pemda Jombang seperti sengaja mempersulit perijinan hingga menghambat keinginan Muhammadiyah untuk mendirikan rumah sakit.

Kesabaran dan ihtiarlah yang akhirnya membuka jalan atas berdirinya bangunan Rumah Sakit Muhammadiyah Jombang dengan merehab dan mengalih fungsikan dari bangunan wakaf yang ada menjadi bangunan awal Rumah Sakit Muhammadiyah Jombang, yang sekarang menjadi bangunan induk.

Dibawah pimpinan Bapak Dr. Rahmad Hadi Santosa Sp,A., maka Rumah Sakit Muhammadiyah mulai operasional pada tanggal 15 April 2005, dengan jumlah tempat tidur sebanyak 10 TT dengan izin awal berupa Balai Pemgobatan dan Rumah Sakit Bersalin Muhammadiyah.

RSM Jombang, gedung kebanggaan yang berdiri penuh dengan perjuangan
RSM Jombang, gedung kebanggaan yang berdiri penuh dengan perjuangan

Dalam perkembangannya, Rumah Sakit Muhammadiyah Jombang mendapatkan simpati yang luar biasa dari masyarakat jombang dan sekitarnya, dibuktikan dengan meningkatnya jumlah kunjungan pasien baik rawat jalan maupun rawat inap, maka Pimpinan Muhammadiyah pada periode selanjutnya berusaha untuk memperluas bangunan yang ada dan menambah bangunan baru dua lantai.

Lagi-lagi tantangan mengenai tidak tersedianya dana yang cukup menjadi faktor penghambat. Serta tidak adanya akses ke perbankan tentang biaya permodalan yang disebabkan status tanah berupa tanah wakaf. Sehingga tidak ada pihak Bank yang berani memberikan dana pinjaman.

Dengan bantuan pendanaan dari warga Muhammadiyah, Profesional medis dan simpatisannya di dapatkanlah uang pinjaman secara personal sebesar 1 Milyar Rupiah, maka berdirilah gedung baru dua lantai dengan kapasitas 21 tempat tidur.

Alhamdulillah dengan Ridlo Allah yang Maha Kuasa, pada tanggal 26 Aguatus 2007 M bertepatan dengan tanggal 13 Sya’ban 1428 H diresmikanlah bangunan Rumah Sakit Muhammadiyah Jombang oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia saat itu, Ibu Dr. dr. Siti Fadilah Supari Sp.JP (K). yang didampingi oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bapak Prof. DR. H. Dien Syamsudin, MA. Dan dilanjutkan dengan keluarnya Keputusan Pemberian Izin Penyelenggaraan Rumah Sakit Muhammadiyah Jombang Kepada Pimpinan Daerah Muhammadiyah Jombang tertanggal 05 Januari 2009 M.

Dengan MOTTO “Pelayanan Kami Adalah Ibadah, Kesembuhan Anda Adalah Amanah“ mendorong setiap karyawan untuk selalu menunjukkan dedikasinya secara profesional dan Islami dalam memberikan pelayanan kepada setiap Klien yang memanfaatkan pelayanan dilingkungan Rumah Sakit Muhammadiyah Jombang. Yang membedakan dengan Rumah Sakit lain dalam memberikan service pelayanan perawatannya yaitu mengkombinasikan antara perawatan lahiriah dan ruhaniyah dengan jalan memberikan pelayanan khusus untuk bimbingan Rohani dengan tujuan menjaga Tauhid klien yang beragama Islam dalam berikhtiar untuk mendapatkan kesembuhan, juga membimbing klien selama menjalani perawatan untuk selalu ingat kepada Allah SWT, dengan menjalankan kewajiban Sholat 5 waktu di tempat tidur dalam posisi apapun selama dia masih mampu, sehingga selalu tegar dan menjauhi stress yang akan membantu proses kesembuhannya.

IGD 24 Jam siap melayani masyarakat
IGD 24 Jam siap melayani masyarakat

Dengan dukungan dari para profesional medis yang mumpuni Rumah Sakit Muhammadiyah Jombang memberi pelayanan :

  1. UGD 24 jam
  2. Poli Umum
  3. Poli Gigi
  4. Poli Spesialis Anak
  5. Poli Kandungan
  6. Poli Bedah
  7. Poli Penyaki Dalam
  8. Laboratorium
  9. Kamar Operasi
  • – Bedah Umum
  • – Bedah Kandungan
  • – Bedah Mata

Telah mendapatkan sambutan yang baik dari kalangan masyarakat Jombang dan sekitarnya dengan jumlah rata – rata kunjungan (BOR) di atas 80% setiap bulan. Kini RS Muhammadiyah Jombang terus berusaha mengembangkan diri, memperbaiki kualitas pelayanan sekaligus aktif mensyiarkan dakwah Islam berkemajuan. Demikian sekilas sejarah berdirinya Rumah Sakit Muhammadiyah Jombang, untuk bisa di jadikan renungan bagi seluruh aktivis persyarikatan bahwa seberat apapun perjuangan akan ada titik terang untuk mencapai tujuan. (sp/rsmjombang)