Menyikapi Aksi Teror, Koran Republika Hari Ini Kembali Tampil Beda

Sangpencerah.com – Setelah tampil beda saat kabut asap di Riau, Koran Republika kembali tampil berbeda untuk menyikapi aksi teror yang terjadi Kamis (14/1/2015) siang kemarin. Dalam edisinya Jumat (15/1), Republika justru tampil dengan cover depan warna cerah warna bendera merah putih.

Cover depan Republika sama sekali tidak tampil dengan warna gelap ataupun memasang foto-foto peristiwa teror, kemarin. Cover depan Republika benar-benar bersih dari aroma ketakutan.

Pemimpin Redaksi Republika Nasihin Masha,mengatakan terorisme sesunguhnya pesan. Pesan untuk menciptakan rasa takut, pesan untuk memberi tekanan, dan pesan destruksi sosial maupun ekonomi.

Pers sebagai bagian dr masyarakat hrs ikut menjawab pesan itu. Bukan sekadar memberitakan kejadian.

Perlu disadari bersama bahwa kejadian teror bom Sarinah adalah karya cipta atau kreasi para teroris tersebut. Karena itu, lanjutnya, jika kita secara lugu menyebarkan berita, foto, dan video kejadiam itu mk sesungguhnya pers atau siapapun telah ‘diperalat’ para teroris sebagai pembawa pesan atau messenger mereka. “Tentu kita tidak mau karena kita bukan teroris bahkan kita di seberang teroris itu.”

Untuk itulah halaman satu REPUBLIKA tak menampilkan foto aksi atau suasana terorisme. Pesan kita adalah, “Bersihkan halaman ini dari gambar fragmen terorisme. Semua kotoran harus kita sapu. Jangan biarkan halaman utama otak dan batin kita diisi oleh ‘kreasi’ teroris.”

Cover ini bukan sekadar kreativitas tapi yang lebih penting, kata Nasihin, adalah ini sebuah pesan, nilai, dan sikap kita terhadap terorisme. Kami tidak takut. Ayo kibarkan MERAH PUTIH.

Jurnalisme bukan sekadar teks berita. Desain dan grafis hakikatnya adalah narasi. Di sana ada pesan, nilai, dan sikap. Jurnalisme harus bisa memanfaatkan elemen desain dan grafis dlm menyampaikan pesan, nilai, dan sikap.

“Sebagai perwujudan bahwa kita tak ingin memenuhi halaman utama otak dan batin kita denfan pesan teroris maka REPUBLIKA tak menampilkam fragmen gambar terorisme di halaman satu. Kotoran tempatnya bukan di muka,” kata Nasihin.

Semua ini tentu bagian dari visi REPUBLIKA yang ingin memberikan yang terbaik untuk pembaca  dan bangsa Indonesia. MERAH PUTIH adalah simbol dan juga wujud perjuangan Indonesia.