Diduga Teroris Karena Pelihara Jenggot, Hasanudin Diusir Warga Pekalongan

ilustrasi
ilustrasi

SangPencerah.com- Aksi terorisme belakangan ini membuat sebagian warga Kabupaten Pekalongan ikut resah yang berlebihan. Warga Kelurahan Sukajati, Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, Hasanudin (26), diusir warga Kabupaten Pekalongan.

Hasanudin yang selama satu minggu di rumah pamannya Danuri (70) warga Blimbingwuluh, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan membuat resah warga.

Kasubbag Humas Polres Pekalongan, AKP Aries Tri Hartanto, menjelaskan pada hari Selasa (19/1/2016) kepolisian mendapatkan laporan dari warga terkait kedatangan Hasanudin di wilayah tersebut.

“Kapolsek Sragi dan tiga orang anggotanya mendatangi lokasi. Karena informasinya warga tersebut tidak laporan ke pihak desa ataupun RT,” ujar dia.

Warga blimbingwuluh resah karena penampilan Hasanudin yang memelihara jenggotnya.

Kemudian, yang bersangkutan dibawa ke Balai Desa Blimbingwuluh untuk dimintai keterangannya.

Sebab, pamannya Danuri yang sudah lanjut usia itu juga baru pertama kali bertemu dengan Hasanudin.

“Karena ibu dari hasanudin sudah lama tidak tinggal di Blimbingwuluh dan pindah domisili ke Indramayu,” ujar dia.

Adapun diperoleh beberapa barang milik Hasanudin yang diduga terkait terorisme itu yakni buku tentang dakwah, buku tentang perang Afganistan, dan rangkaian elektronik.

“Termasuk barang lainnya yakni cat pelistur, baut, rantai, minyakwangi, flashdiskdan pakaian ganti,” kata dia.

Sesuai kesepakatan, akhirnya Hasanudin diminta untuk kembali ke rumahnya menggunakan kereta api. Petugas kepolisian juga mengantarkannya di Stasiun Pekalongan.(SP/TB)