Berproses Untuk Menjadi Kader Ikatan Yang Mencerahkan

sangpencerah.id – “Aku titipkan Muhammadiyah kepadamu.” Pesan KH. Ahmad Dahlan ini sungguh sangat dalam jika kita telaah bersama. Muhammadiyah yang sekarang berbeda dengan Muhammadiyah di zaman dahulu, begitu pula IMM atau Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah sebagai salah satu Ortom yang bergerak di ranah kemahasiswaan ini.

Alhamdulillahirobbil’alamin berkat rahmat Allah yang selalu melimpahi perjuangan kami, TRAINING ORGANIZATION OF SPIRITUAL 2015 atau TOS telah berjalan dengan lancar pada hari Jum’at-Ahad tanggal 25-27 Desember 2015 di Pondok Pemuda Ambarbinangun. Acara yang merupakan salah satu proses perkaderan komisariat ini mengangkat tema “Meneguhkan Komitmen Berikatan Guna Menciptakan Kader yang Unggul dalam Spiritual dan Intelektual” bertujuan sebagai Latihan Dasar Ikatan para Kader Muda yang baru saja bergabung menjadi keluarga besar kami.

Adapun materi yang diberikan disini mengacu pada perkaderan pra-DAD seperti : Sejarah Muhammadiyah, Studi Tokoh KH. Ibrahim yang sangat loyalitas terhadap persyarikatan di bidang pendidikan, Studi Tokoh tentang Djazman Al-Kindi yang merupakan pendiri IMM yang sifat-sifatnya sangat profetik, kemudian dilanjutkan Sejarah Kelahiran IMM, Struktural dan Tri Kompetensi Dasar beserta aplikasinya, dan peserta juga diajak untuk merenungi bagaimana memaknai sebuah nilai ikatan yang ada di IMM itu sendiri, hari terakhir ditutup dengan Stadium General yang diisi oleh IMMawan Sucipto selaku pembina IMM di Universitas Ahmad Dahlan yang bertemakan “Menumbuhkan Semangat Juang dalam Berikatan Guna Mewujudkan IMM yang Progresif dalam Pergerakan”.

Di setiap materi, digunakan metode yang berbeda-beda, seperti roleplay, diskusi panel, ceramah interaktif, story telling, dan presentasi dari peserta dengan mind mapping. Yang menarik dari TOS ini adalah di setiap akhir sesi materi akan dilaksanakan Small Group Discussion dan dipantik langsung oleh fasilitator dan tim instruktur  yang bertujuan untuk menyamakan persepsi dari setiap individu agar materi yang disampaikan dapat diambil benagn merah serta melatih kemampuan analisa dan berfikir reflektif dari setiap kader-kader baru.

Dalam salah satu materi, disebutkan untuk menjadi kader yang baik kita harus memfilosofikan diri seperti Daun Teh. Daun teh terbaik akan diambil di setiap pagi ketika matahari masih berada di posisi timur dan dalam keadaan terbaiknya. Meskipun daun teh diambil setiap hari, namun pucuk daun teh akan selalu tumbuh dan tidak akan habis. Seperti itulah kader IMM yang ideal. Yang akan menebar sejuta manfaat tanpa pamrih dibawah naungan sang Matahari yang tak lain adalah Muhammadiyah yang meskipun terus diambil manfaatnya, maka kita akan tetap dan terus berkembang. Tetaplah mencerahkan, tetaplah sabar dan ikhlas dalam menjalani setiap step yang IMM tawarkan. Karena berjuang bersama di IMM itu berarti kita telah menjadi satu dari sejuta pencetak perubahan. Salam faskho berkemajuan!

“Sungguh berat jadi Kader Muhammadiyah. Bimbang dan ragu, lebih baik pulang.” –Jendral Soedirman.