Konferensi Pers MUI Terkait Festival Kuliner Lintas Iman

SangPencerah.com – Anggota Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Ustadz Abu Deedat menilai kegiatan-kegiatan seperti festival kuliner lintas iman yang digelar di alun-alun Bekasi tersebut berpotensi menimbulkan gesekan dan konflik di masyarakat. Festival ini diikuti kelompok gereja HKBP, Ahmadiyah dan Syiah.

“Karena misi-misi yang digerakkan oleh kelompok seperti Ahmadiyah memang sudah jelas dilarang,” ujar beliau menghadiri konferensi pers di Aula Masjid Alm Barkah, Bekasi, Jumat (22/1).

Abu juga mengatakan pihaknya telah melakukan pertemuan dengan Annas dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi untuk membahas perihal penyelenggaraan festival kuliner lintas iman. “Pada pertemuan itu, kita juga sepakat bahwa acara itu juga tidak memiliki izin,” ujar Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi tersebut.

Kendati ditemukan fakta bahwa acara tersebut diikuti oleh kelompok keagamaan yang menyimpang dan tidak mengantongi izin dari otoritas terkait, Abu meminta agar umat Islam yang ada di Bekasi tidak melakukan tindakan sendiri-sendiri. “Kami mengimbau umat islam untuk melakukan pelurusan-pelurusan dan tidak melakukan tindakan sendiri-sendiri. Karena itu dapat merugikan diri kita sendiri,” tuturnya.

Berkaitan dengan pelanggaran hukum yang dilakukan oleh panitia penyelenggara, termasuk juga di dalamnya soal penodaan agama, MUI, kata dia, sepenuhnya menyerahkan masalah tersebut pada pihak berwenang. Menurutnya, pelanggaran hukum harus diselesaikan secara hukum pula.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Annas Bekasi, Abdul Malik Akbar mengatakan dirinya sempat menghadiri acara festival kuliner lintas iman yang digelar pada Ahad (17/1) lalu. Ketika memperhatikan satu per satu gerai kuliner di dalamnya, ia menemukan sebuah gerai yang berdiri dengan memampang tulisan Ahmadiyah. Temuan tersebut segera ia tindak lanjutin dengan melapor ke pihak kepolisian dan Pemkot Bekasi. (sp/rol)