SMK Muhammadiyah Bantul Gelar Kejuaraan Tapak Suci Musaba Cup 1


sangpencerah.id – Pembentukan karakter dan kepribadian seseorang sangat diwarnai oleh aktivitas positif yang diikutinya semenjak usia dini dan remaja. Hal ini disebabkan posisi kritis perjalanan hidup manusia adalah menjelang akil baligh hingga memasuki masa remaja. Keberhasilan melewati masa usia kritis dengan baik sangat mempengaruhi kematangan karakter seorang remaja yang sangat mendukung kesuksesan perjalanan hidupnya di masa dewasa. Oleh karena itu seorang anak usia sekolah dasar dan SMP perlu difasilitasi dengan kegiatan-kegiatan positif salah satunya dengan olahraga pencak silat di perguruan Tapak Suci Putera Muhammadiyah yang mengajarkan sportifitas dengan landasan iman untuk melahirkan tingkah laku berakhlaqul karimah.

SMK Muhammadiyah 1 Bantul (SMK Musaba) adalah salah satu sekolah Muhammadiyah di Bantul yang sangat maju pesat pertumbuhannya. Sekolah ini sangat memperhatikan pembinaan karakter siswa didiknya melalui beragam kegiatan positif salah satunya adalah beladiri pencak silat Tapak Suci Putera Muhammadiyah sebagai ekstrakurikuler wajib. Setelah beberapa tahun melaksanakan program latihan Tapak Suci sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib bagi siswanya, SMK Muhammadiyah 1 Bantul juga berkomitmen untuk memfasilitasi pembinaan prestasi atlet-atlet pencak silat Tapak Suci Putera Muhammadiyah usia dini dan remaja dengan memprakarsai penyelenggaraan kejuaraan antar SMP dan SD. Kejuaraan ini digelar dengan bekerjasama dengan Pimda 02 Tapak Suci Putera Muhammadiyah Kabupaten Bantul dan Dinas Pendidikan Dasar Kabupaten Bantul.

Kegiatan ini diusung dengan nama “Musaba CUP I Kejuaraan Tapak Suci Antar SMP se Provinsi DIY dan antar SD se Kabupaten Bantul”. Ketua Panitia Taswanto menyatakan sesuai arahan Kepala Sekolah kegiatan ini akan digelar setiap tahun sekaligus sebagai program promosi bagi SMK Muhammadiyah 1 Bantul (Musaba). Kejuaraan akan berlangsung tangal 22 – 24 Januari 2016 di Gedung Dakwah Muhammadiyah Bantul dengan kuota peserta 150 pesilat kategori SMP dan 100 pesilat kategori SD. Taswanto berencana mengundang Pimwil Tapak Suci DIY dan Pimpinan Daerah Tapak Suci di DIY dalam rapat koordinasi yang akan berlangsung Ahad tanggal 6 Desember 2015 pukul 13.00 WIB bertempat di Kampus SMK Muhammadiyah 1 Bantul (Musaba). Setelah rapat koordinasi surat undangan bagi sekolah untuk mengirimkan delegasi atlet dapat diperoleh di Pimpinan Daerah Tapak Suci masing-masing Kabupaten/Kota di DIY.

Taswanto optimis kegiatan ini akan mendapat sambutan hangat dari kalangan pencak silat Tapak Suci di DIY, bahkan Taswanto juga telah dihubungi oleh Tapak Suci Pekalongan yang minta diijinkan mengikuti kejuaraan “Musaba CUP I”. Panitia akan mengakomodir permintaan Tapak Suci Pekalongan karena mereka membutuhkan pengalaman bertanding bagi atletnya yang minim even di daerahnya. Selain itu Tapak Suci Pekalongan beserta Majelis Dikdasmen PDM Pekalongan akan studi banding untuk melihat bagaimana sinergi kemitraan yang bisa dijalin di Bantul antara Tapak Suci sebagai organisasi otonom Muhammadiyah dengan SMK Muhammadiyah 1 Bantul sebagai salah satu amal usaha pendidikan Muhammadiyah yang maju di Bantul.

Kepala SMK Muhammadiyah 1 Bantul (Musaba) Widada, S.Pd berharap event ini berlangsung meriah. Ini pertama kalinya dan khusus pertama kali ini akan digelar di Gedung Dakwah Muhammadiyah. Selanjutnya Widada berharap event berikutnya lebih disiapkan dan diprogramkan lagi secara spesifik serta digelar di Kampus SMK Muhammadiyah I Bantul (Musaba).

Kepala Dinas Pendidikan Dasar Kabupaten Bantul Drs. Totok Sudarto, M.Pd menyambut baik event ini dan telah memberikan rekomendasinya agar sekolah-sekolah bisa mengirimkan atlet-atletnya. Totok menyatakan kejuaraan ini memperebutkan Tropi Kepala Dinas Pendidikan Dasar sebagai bentuk dukungan kepada Tapak Suci yang telah membantu dunia pendidikan di Bantul melalui kegiatan pencak silat. Kadinas Pendidikan Totok Sudarto yang kader Muhammadiyah dan Tapak Suci Bantul ini sangat bangga dengan komitmen SMK Muhammadiyah 1 Bantul dalam fasilitas perkaderan Muhammadiyah melalui Kejuaraan Tapak Suci dan berharap menjadi contoh bagi amal usaha Muhammadiyah yang lainnya.

Sementara itu Ketua Pimda 02 Tapak Suci Bantul Hendri Budi Setyawan, S.Pd berharap publikasi sedini mungkin yang dilakukan panitia dapat direspon oleh para pelatih di DIY dengan menyiapkan atlet sebaik mungkin. Hendri menambahkan selain menyiapkan atletnya para pelatih juga harus berkoordinasi dengan pimpinan sekolah yang dilatihnya karena kejuaraan ini mewakili kontingen sekolah. Pihaknya yakin even ini akan berdampak nyata dalam persemaian bibit atlet berprestasi masa depan. (sp)

Kontributor : Ara Yuda