KH Fathurahman Kamal : Warga Muhammadiyah Tak Boleh Apatis Terhadap Politik

sangpencerah.id – Merujuk pada Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (Keputusan Muktamar ke-44 Tahun 2000) dalam berbangsa dan bernegara:

1) Warga Muhammadiyah perlu mengambil bagian dan tidak boleh apatis (masa bodoh) dalam kehidupan politik melalui berbagai saluran secara positif sebagai wujud bermuamalah sebagaimana dalam bidang kehidupan lain dengan prinsip-prinsip etika/akhlaq Islam dengan sebaik-baiknya dengan tujuan membangun masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

2) Beberapa prinsip politik yg harus ditegakkan sejujur-jujurnya dan sesungguh-sungguhnya:
a. Menunaikan amanat dan tidak boleh mengkhianatinya (QS Annisa’/4: 58)
b. Menegakkan hukum, keadilan dan kebenaran (QS Al-Anfal/8: 27)
c. Ketaatan kepada pemimpin senjauh sejalan dengan perintah Allah dan Rasul-Nya (QS Annisa’/4:58)
d. Mengemban risalah Islam (QS Al-Anbiya’/21:107)
e. Menegakkan amar ma’ruf, nahi munkar dan mengajak orang untuk beriman kepada Allah (QS Alu- Imran/3:104 dan 110)
f. Mempedomani Al-Qur’an dan Sunnah (QS Annur/24:54)
g. Mementingkan persaudaraan umat manusia
h. Menghormati kebebasan orang lain
i. Menjauhi fitnah dan kerusakan
j. Menghormati hak hidup orang lain
k. Tidak berkhianat, melakukan kezaliman dan mengambil hak orang lain
l. Berlomba dalam kebaikan (QS Al-Baqarah/2:48)
m. Bekerjasama dalam kebaikan dan ketakwaan dan tidak bekerjasama dalam melakukan dosa dan permusuhan (QS Al-Maidah/5: 2)
n. Memelihara hubungan baik antara pemimpin dan warga, keselamatan umum serta hidup berdampingan dengan baik dan damai
o. Tidak melakukan fasad dan kemunkaran serta mementingkan ukuwah Islamiyah dan prinsip-prinsip lainnya yg maslahat, ihsan dan islah.

3) Berpolitik dalam dan demi kepentingan umat dan bangsa sebagai wujud ibadah kepada Allah dan islah serta ihsan sesama, dan jangan mengorbankan kepentingan yang lebih luas dan utama demi kepentingan diri sendiri dan kelompok yang sempit.

4) Para politisi Muhammadiyah berkewajiban menunjukkan keteladanan diri (uswah hasanah) yang jujur, benar, dan adil serta menjauhkan diri dari perilaku politik yang kotor, membawa fitnah fasad (kerusakan), dan hanya mementingkan diri sendiri.

5) Berpolitik dengan kesalehan, sikap positif, dan memiliki cita-cita bagi terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya dengan fungsi amar ma’ruf dan nahi munkar yang tersistem dalam satu kesatuan imamah (kepemimpinan) yang kokoh.

6) Menggalang silaturahmi dan ukhuwah antar politisi dan kekuatan politik yang digerakkan oleh para politisi Muhammadiyah secara cerdas dan dewasa.

Wassalam,
Fathurrahman Kamal (NBM 878 925)
Ketua Majelis Tabligh
Pimpinan Pusat Muhammadiyah