Heboh Foto Seronok Penyanyi Dangdut di Soal UAS SMK

Sangpencerah.com – Sekira dua pekan ini siswa-siswi sekolah dari tingkat SD/MI hingga SMA/MA/SMK sedang menjalani Ulangan Akhir Semester (UAS). UAS adalah bentuk evaluasi dari pembelajaran yang dilakukan selama satu semester. Artinya, apa yang terdapat dalam soal UAS merupakan cermin dari apa yang diajarkan oleh guru atau apa yang terdapat pada panduan kurikulum dalam satu semester.
Melihat beberapa soal UAS yang dikerjakan oleh anak-anak sekolah, kita tampaknya akan kembali mengelus dada, atau setidaknya mengerutkan kening. Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Sukoharjo menemukan beberapa soal yang mengandung hal-hal yang tidak seharusnya ada pada pelajaran sekolah. Di Sukoharjo diduga setidaknya ada tiga soal tes pada 3 mata pelajaran yang berbeda yang soal UASnya tidak pantas disebut mendidik.

Menurut salah satu guru Pendidikan Agama Islam (PAI) , ketiga soal UAS tersebut awalnya diupload oleh seorang guru SMK pada grup whatsapp dan sempat membuat heboh guru-guru anggota grup tersebut. Dan setelah dilacak bukti fisiknya, baru satu soal, yaitu foto artis yang jelas ada dan ditemukan. Untuk dua foto yang lain masih dilacak bukti fisiknya. Diduga dua soal lain yang tersebar fotonya tersebut merupakan soal yang diujikan di sekolah negeri.
Ditanya tentang siapa yang bertanggungjawab terhadap soal tersebut, salah satu guru PAI ini mengatakan kalau soal-soal itu dibuat langsung oleh Dinas Pendidikan dan sekolah hanya memakai saja. 
Pada mapel Penjaskes, siswa ditanya tentang macam gaya pacaran yang sehat. Pada mapel Seni Budaya terdapat foto artis wanita bergaya seronok yang isi pertanyaannya untuk menyebutkan gambar penyanyi apakah yang terdapat pada foto tersebut. Kemudian pada mapel Bahasa Indonesia terdapat lirik lagu yang di antara isinya tentang bercumbu, merayu dan bencinta.
Ini terjadi bukan kali pertama, dan selalu kembali terulang. Jika di sekolah yang seharusnya bersifat akademik saja anak-anak diajari pacaran, bercumbu dan merayu, lantas apa yang bisa kita harapkan darinya? Mau dibawa kemana sebenarnya arah pendidikan kita ini ?
sumber : PDPM Sukoharjo