Fahmi Salim: Ulama Purwakarta dan Jabar Harus Bersatu

Sangpencerah.com – Sekretaris Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ustadz Fahmi Salim, MA., mengimbau para ulama di Kabupaten Purwakarta dan Jawa Barat untuk bersatu dalam melaksanakan amar makruf nahyi munkar. 
Pernyataan Fahmi Salim ini terkait upaya massif Bupati Purwakarta dua periode Dedi Mulyadi yang dinilai ulama setempat terus berupaya menghidupkan adat istiadat Hindu Pra-Islam di Purwakarta. 
“Datangi gubernur Jabar yang kyai ahli agama itu (H. Ahmad Heryawan, red) untuk bersama membimbing Bupati Purwakarta agar mencabut semua peraturan yang menghidupkan adat-adat pra Islam,” saran Fahmi seperti disampaikan kepada Suara Islam di Jakarta, Senin (30/11). 
Menurut Master di bidang ilmu tafsir Alquran Universitas Al Azhar, Kairo itu, Islam lah yang telah mengangkat derajat suku-suku Nusantara kepada derajat ilmu dan peradaban yang sangat tinggi. “Jangan kita malah mundur ke belakang menghinakan diri sendiri setelah dimuliakan oleh Allah Swt,” tandasnya. 
Agar ke depan peristiwa seperti di Purwakarta seperti saat ini tidak terjadi lagi, umat Islam di Jawa Barat dan di wilayah manapun disarankan supaya jeli dalam memilih calon pemimpin. “Kabarnya Pak Dedi itu mau mencalonkan Jabar-1, maka jangan sampai umat Islam Jabar kecolongan,” pesannya. 
Wakil Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah ini juga berpandangan, kasus Purwakarta ini sangat penting dicermati oleh ulama dan diteliti oleh cendekiawan muslim.  Menurutnya hal ini merupakan puncak gunung es  dari gerakan nativisasi yang dirancang sekian lama. “Jika ini sampai lolos,  makin berat tantangan pemikiran Islam di Indonesia,” pungkasnya. (sp/suaraislam)