Din Syamsuddin Minta Temuan Terompet Dari Sampul Al Quran Diproses Hukum

sangpencerah.id – Ketua Dewan Pertimbangan MUI Pusat Prof. Din Syamsuddin angkat bicara soal beredarnya terompet yang dibuat dari sampul Alquran di beberapa daerah Jawa Tengah. Din meminta masalah itu diselesaikan secara hukum.

“Sehubungan terulangnya penistaan Islam berupa pembuatan terompet huruf Alquran, setelah sandal bertulis Allah, saya meminta MUI Kabupaten Semarang, Kendal dan sekitarnya mengadukan ke Polri untuk menangkap dan memproses baik pembuat maupun penerima atau penjual terompet tersebut,” ucap Din Syamsuddin dalam keterangan tertulis, Senin (28/12/2015).

Menurut Din, temuan kali ini tidak cukup dengan meminta maaf karena sudah terjadi berulang. Din yakin pembuat dan penjual tahu perbuatan mereka itu melanggar hukum dan menyinggung perasaan umat Islam.

“Maka sebaiknya kali ini harus diproses secara hukum agar ada efek jera,” tegas mantan ketua umum PP Muhammadiyah itu.

Din juga meminta umat Islam untuk dapat menahan diri dan tidak bereaksi berlebihan. Din berharap Polri benar-benar mengusut masalah yang dianggap telah menghina umat Islam itu.

Beredarnya terompet berbahan sampul Alquran itu ditemukan di mini market di Kendal dan beberapa daerah sekitarnya. Ada lafadz Alquran dan tulisan ‘Kementerian Agama Tahun 2013’. Terompet itu dijual seharga Rp 3.500 dikirim dari gudang Wijayakusuma sejak 5 Desember 2015.

Polda Jawa Tengah langsung turun tangan melakukan penyitaan. Hasilnya, penyidik Dit Reskrimum mendapati jumlah sangat besar mencapai 2,3 ton terompet berbahan sampul Alquran. Alfamart sebagai penjual mengaku tidak tahu temuan itu dan produsen meminta maaf.(dtk/sp)