Busyro Muqoddas Tolak Didikte dan Menghamba ke DPR Untuk Lolos Pimpinan KPK


sangpencerah.id – Capim KPK Busyro Muqoddas tak datang memenuhi panggilan Komisi III DPR untuk kembali melakukan tes makalah. Busyro merasa proses itu sudah dia lalui, dahulu. Busyro menegaskan dirinya bukan job seeker yang bisa seenaknya dipanggil tanpa alasan rasional.

“Sikap Pak Busyro tersebut perlu didukung oleh publik. Bagi saya sikap itu menunjukkan beliau bukan pencari kerja, tetapi pencari pengabdi kebenaran, bukan abdi penguasa tetapi abdi Tuhan,” terang Ketum Pemuda PP Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak, Jumat (4/12/2015).

Dahnil menegaskan, Busyro memiliki komitmen dan integritas yang dijaga.

“Saya yakin betul bagi beliau jabatan adalah amanah yang harus diperoleh dengan cara yang benar, rasional dan penuh Etika. Berikut SMS Pak Busyro Kepada saya berkaitan ketidakhadiran beliau di Komisi III hari ini; “Saya perlu menjaga wibawa DPR yang hendak memerlukan pimpinan KPK yang berintegritas. Saya hanya dapat SMS saja dari sekretariat Komisi III untuk hadir membuat makalah. Tidak ada surat dari pimpinan Komisi III. Karena saya sudah tempuh seluruh tes di Komisi III setahun yang lalu dan sudah selesai, maka jika saya datang, apa artinya dites lagi? Saya memilih tidak hadir karena sudah menyangkut soal integritas. Integritas menuntut kejelasan sikap. Jika saya datang rentan dinilai sebagai pemburu kerja (job hunter). Itu saja.BM (Busyro Muqqodas)” urai Dahnil.


“Publik tidak boleh membiarkan KPK dihuni oleh para pencari kerja yang tunduk terhadap kehendak kuasa politik,” tutup dia.

Busyro merasa dirinya tak perlu melakukan tes makalah lagi. “Saya sudah
menempuh seluruh tes di Komisi III setahun yang lalu dan sudah selesai.
Maka jika saya datang, apa artinya dites lagi? Saya memilih tidak hadir
karena sudah menyangkut integritas.

“Integritas menuntut kejelasan sikap. Jika saya datang rentan dinilai sebagai pemburu kerja. Itu saja,” kata Busyro.
(dtk/sp)