Amien Rais : Pilkada Pilih Pemimpin Yang Ramah Terhadap Dakwah Islam


sangpencerah.id – Mantan Ketua MPR sekaligus tokoh Muhammadiyah, Amien Rais menyatakan, memilih pemimpin dalam sebuah pesta demokrasi adalah hak warga negara. Muhammadiyah tetap akan memberikan suaranya dalam Pilkada serentak 9 Desember mendatang. Hal itu dikatakan Amien di hadapan ribuan warga saat meresmikan Gedung SMP Muhammadiyah 1 dan Gedung TK & SMP Birul Walidain Sragen, Sabtu (28/11).

“Tapi Muhammadiyah kalau melihat calon bupati yang tidak ramah terhadap dakwah Islam, kurang simpati terhadap pendidikan ya tentu nggak usah dipilih,” kata Amien.

Amien menegaskan, Pilkada bagi warga Muhammadiyah adalah sebagai suatu kewajiban kewarganegaraan dan keagamaan. Karena membangun sukses dunia dan akherat itu suatu perintah agama.

Semntara PP Muhammadiyah mengeluarkan sikap terkait Pemilukada serentak yaitu:

1. Mendukung pelaksanaan Pemilukada serentak sebagai bagian dari proses demokrasi untuk memiih kepala daerah secara demokralis dan konstitusional.

2. Mengharapkan agar penyelenggara Pemilukada dapat menjamin pelaksanaan Pemilukada yang tepat waktu aman dan lancar. Para penyelenggara Pemilukada hendaknya berlaku netral. amanah, obyektif. adil, transparan, dan independen sehingga menghasilkan pemimpin daerah yang temaik untuk kemajuan masyarakat, bangsa, dan negara.

3. Mengharapkan para aparatur keamanan dan pemerintah daerah agar menjaga netrafitas, keamanan, dan ketertiban.

4. Kepada para calon kepala daerah agar senantiasa bersaing secara sehat, tidak menggunakan politik uang, tidak memaksanakan kehendak, tidak memecah belah persatuan bangsa, serta bersikap ksatria siap menang dan siap kalah. Selama kampanye hendaknya mengedepankan sosialisasi program secara edukatif.  Tidak menebarkan kebencian kepada pihak lain baik secara lisan ataupun perbuatan serta menjaga kebersihan Iingkungan.

5. Kepada masyarakat yang memilki hak pilih hendaknya menggunakan hak politiknya secara aktif, cerdas. bertanggung jawab, mandiri. tidak terpengaruh polilik uang, menjaga kerukunan dan, persaudaraan, serta menghormati perbedaan pilihan sebagai konsekwensi dari proses demokrasi.

6. Sebagai bagian dan bangsa Indonesia, warga Muhammadiyah hendaknya menggunakan hak politiknya secara cerdas, arif, beranggung jawab dan mandiri serta dapat menjadi teladan bagi masyarakat Warga Muhammadiyah hendaknya tetap menjaga netralitas sesuai dengan Khittah Muhammadiyaah sebagai gerakan dakwah yang tidak terkait Iangsung dengan politik praktis kekuasaan.(ar/sp)