Universitas Muhammadiyah Jakarta 60 Tahun Mengabdi untuk Agama dan Bangsa

Sangpencerah.com – Tanggal 18 November lalu, Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) genap berusia 60 tahun (1955 – 2015). Dalam usia yang sudah cukup matang ini UMJ terus memantapkan langkahnya dalam mendidik putra-putri bangsa dengan visi “Terkemuka, Modern, dan Islami”.
Banyak indikator yang dapat menggambarkan kata Terkemuka ini.  UMJ sendiri menentukannya dalam tiga hal yang selalu berkorelasi satu sama lain yaitu: prestasi, kualitas dan jumlah lulusan. Banyaknya  prestasi dalam berbagai bidang akademik dan non akademik yang dicapai oleh mahasiswa dan para dosen UMJ baik di tingkat nasional maupun internasional menunjukkan tingginya kualitas SDM dan lulusan. 
Hingga saat ini, UMJ telah melahirkan lebih dari 40.000 orang lulusan dan lebih dari 85 persen lulusan bekerja di sektor formal, baik di lembaga pemerintahan maupun di swasta dengan menempati posisi-posisi strategis di pemerintahan maupun di perusahaan dengan 15 persen lainnya menjadi entrepreneur sukses di berbagai bidang industri kreatif. Tiga pencapaian inilah yang menggambarkan betapa kualitas lulusan UMJ adalah kualitas lulusan yang Terkemuka, sebagai salah satu visi UMJ. 
Dalam konteks Modern, UMJ selalu melakukan perubahan sejalan dengan kemajuan zaman. Dari segi fisik, penambahan gedung-gedung fasilitas perkuliahan di antaranya membangun satu gedung perkuliahan FISIP, Prodi Kedokteran di Cempaka Putih, dan tahun ini direncanakan membangun gedung Prodi Kesehatan Masyarakat, Masjid UMJ, Gedung Fakultas Ilmu Pendidikan, dan Asrama Mahasiswa Fakultas Ilmu Keperawatan, Penataan perparkiran UMJ yang memberikan rasa aman kepada seluruh sivitas akademika UMJ, merupakan bukti konkrit bahwa visi “Modern” bukan hanya sekedar slogan dan janji.  
Dalam upaya peningkatan kualitas para dosen, Rektor UMJ, Dr. Syaiful Bakhri, SH, MH yang didukung oleh Ketua Badan Pembina Harian (BPH), Drs. Husni Thoyar, M.Ag mendorong para dosen untuk segera menyelesaikan Program Doktor (S3) dengan memberikan bantuan studi. 
Selain itu, berbagai upaya ekspansif melalui kerjasama internasional dengan berbagai lembaga pendidikan di luar negeri juga telah dilakukan sebagai upaya pembangunan tradisi akademik yang mengglobal seperti dengan: UniSZA, USIM, UTM, Unimas di Malaysia, Philippines Women’s University, Centro Escolar University, dan University of Northern Philippines, Chonbuk National University dan Sun Moon University di Korea Selatan, Boromarajonani College of Nursing di Thailand, dan lain sebagainya. 
Awal bulan Desember ini juga sebanyak 15 dosen UMJ akan menjadi pemakalah dalam 1st World Social Science Congress (WISSC) di UniSZA Malaysia, yang karya tulisnya nanti akan dipublikasikan dalam jurnal internasional. Hal ini berupakan bentuk pengembangan kualitas akademik para dosen menuju kampus yang lebih berkemajuan. Sebagai bentuk perhatian dan solidaritas sesama umat Islam, UMJ juga memberikan beasiswa kuliah kepada mahasiswa asal Palestina, Filipina Selatan, dan Thailand Selatan. Hingga tahun ini UMJ telah memberikan beasiswa kepada 12 mahasiswa asal Thailand Selatan. 
Sebagai Universitas yang memiliki konteks Islami,UMJ selalu berupaya untuk menghasilkan program pembelajaran Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) yang terintegrasi dan terstandarisasi untuk membentuk perilaku Islami. Sebagai bentuk keseriusan UMJ dalam hal ini, tahun ini dibentuk Lembaga Pengkajian dan Penerapan AIK (LPP-AIK) UMJ. Standarisasi dilakukan bukan hanya kurikulumnya saja, tetapi juga terhadap kualitas tenaga pengajarnya. 
Internalisasi nilai-nilai Islami terwujud dari program-program yang terus dilakukan oleh bidang AIK melalui program Darul Arqam Dasar, Baitul Arqam, penanaman nilai-nilai Islami dengan busana muslimah dan lain sebagainya. Secara masif, program pembinaan AIK juga diberikan kepada para mahasiswa yang berada di lingkungan asrama mahasiswa. 
Di sisi yang lain, kita juga terus menjalin kerjasama dengan masyarakat sekitar untuk melakukan pemantauan berkala terhadap aktivitas mahasiswa di luar kampus. Hal ini dilakukan untuk memberikan jaminan kepastian akan internalisasi moral Islami, baik pada saat mahasiswa sedang berada di dalam kampus maupun pada saat di luar kampus. 
Saat ini UMJ memiliki 9 fakultas yaitu Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi, Fakultas Teknik, Fakultas Agama Islam, Fakultas Pertanian, Fakultas Kedokteran dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Pendidikan dan yang terbaru Fakultas Ilmu Keperawatan. Pada dasarnya semua fakultas memiliki keunggulan di bidangnya masing-masing dan banyak melakukan kerjasama dengan berbagai universitas di luar negeri. 
Fakultas Ilmu Keperawatan UMJ cukup memiliki prospek untuk menjadi program internasional karena kebutuhan akan registered nurse yang cukup banyak dari negara-negara maju yang memungkinkan Fakultas Ilmu Keperawatan UMJ untuk ikut menyediakan tenaga-tenaga perawat internasional. 
Sebagai perguruan tinggi yang memiliki dasar pembangunan nilai keislaman, UMJ diharapkan menjadi sebagai salah satu model kampus Islami. Terlebih UMJ yang merupakan milik Persyarikatan Muhammadiyah yang notabene sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia. Banyak sekali perguruan tinggi di Indonesia ini tetapi jika tidak dibekali dengan nilai-nilai religiusitas, maka dikhawatirkan akan terjadi penyimpangan atas nama pengetahuan dan atau teknologi. 
Oleh karena itu, kemajuan pengetahuan teknologi informasi harus dikawal oleh nilai-nilai keagamaan yang dipupuk sejak dini untuk menghasilkan cendekiawan sekaligus negarawan-muslim yang berjuang untuk dan atas nama agama dan negara. Dengan demikian, sejak awal, UMJ sudah mengkomparasikan pendidikan berbasis sains dan teknologi serta agama (Islam) dalam proses pembelajaran. 
Itu artinya bahwa muatan saintek dan agama berjalan sama maju dalam menghadapi setiap perkembangan. Model pendidikan seperti inilah yang telah mengantarkan dunia Islam pada masa keemasannya dan menjadi pilihan banyak kalangan, khususnya kalangan masyarakat beragama Islam di zaman modern ini.  
Tidak lupa pula berbagai upaya pemerintah untuk membangun dan mencerdaskan bangsa, UMJ selalu ikut ambil bagian dengan rutin mengadakan penyuluhan anti narkoba bagi para remaja, pengentasan buta aksara, mendirikan sekolah layanan khusus bagi anak-anak jalanan di wilayah Jakarta Utara, revitalisasi Posyandu di sejumlah wilayah di Tangerang Selatan, mengelola desa binaan, konseling gratis dan penyuluhan alat kotrasepsi bagi pasutri untuk mensukseskan program Keluarga Berencana, pelayanan kesehatan murah bagi masyarakat dan lain-lain, serta sosialisasi nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan kepada masyarakat sekitar sebagai komitmen UMJ untuk mencerdaskan bangsa dan mendidik masyarakat.
Nilai-nilai kemanusiaan dan kesadaran sosial tidak hanya dituangkan dalam sebuah teori, Salah satu program utama yang menjadi keterlibatan UMJ berkiprah ditengah masyarakat yaitu dengan melaksanakan Pembinaan terhadap masyarakat kampus sebagai bukti nyata keterlibatan UMJ dalam melaksanakan Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah. Pembinaan yang dilaksanakan tidak hanya pada lingkungan, tapi juga masyarakat, Masjid dll. Kegiatan-kegiatan ini akan terus dilaksanakan sebagai wujud nyata kehadiran UMJ selama 60 Tahun berkiprah untuk kemajuan agama dan Bangsa. (dp/rol)