Terima Sertifikat Halal dari MUI dan PBNU, Mengapa Solaria Masih Gunakan Bumbu Babi

sangpencerah.id – Tim
gabungan ini terdiri dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Balikpapan,
Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan (DPKP) Balikpapan, Lembaga
Pengkajian Pangan, Obat obatan dan Kosmetika (LP POM), dan BPPOM
Provinsi, Pihak Kepolisian, Satpol PP dan lainnya menemukan
dua bumbu di restoran Solaria yang positif mengandung bahan
tidak halal. Temuan tersebut berada di bumbu campur dan bumbu rendam
ayam. Kedua bumbu itu pun disita untuk selanjutnya diuji.


Sebanyak
20 jenis bahan yang disita, dari 20 tersebut ada delapan yang sudah
diuji, dan dua diantaranya positif mengandung bahan tidak halal, atau
mengandung hewan babi.


“Kami mengambil 20 sampel bahan makanan, dan baru delapan sampel yang diuji, dua yang positif non halal’
 
Menurut pengakuan koki dan peagawai resto Solaria bahwa semua bumbu yang digunakan merupakan kiriman dari Jakart adan digunakan di gerai – gerai solaria lainnya.
 
Temuan MUI Balikpapan ini cukup mengagetkan mengingat sejak tahun 2013 Resto Solaria sudah mengantongi sertifikat Halal dari MUI dan PBNU http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2013/12/04/0908142/Solaria.Akhirnya.Kantongi.Sertifikat.Halal.MUI 
Muncul pertanyaan mengapa resto yang sudah menerima sertifikat Halal masih ditemukan menggunakan bahan baku yang tidak halal dalam produksinya, apakah ini kelalaian oleh MUI dan PBNU saat memberikan sertifikasi halal  yang tidak memeriksa secara mendetail bahan baku resto Solaria atau lemahnya fungsi pengawasan kepada lembaga yang sudah mendapatkan sertifikat halal sehingga tidak ada control lagi dari pihak pemberi sertifikat halal pasca menerima sertifikat halal.
Masyarakat wajib mendapat klarifikasi dari pihak resto Solaria soal temuan ini dan juga penjelasan dari MUI dan PBNU yang selama ini telah memberikan sertifikasi halal kepada resto solaria mengingat sebelum kasus ini mencuat, beberapa tahun lalu banyak lembaga masyarakat yang mempersoalkan resto Solaria yang tidak menggunakan sertifikat halal dan dicurigai menggunakan produk atau bahan baku non halal. (redaksi)