Muhammadiyah Kritik KASAU TNI Yang Lecehkan Industri Pesawat Nasional


sangpencerah.id – Publik sedang diramaikan dengan wacana Pemerintah melalui TNI yang akan membeli Helikopter Kepresidenan dari luar negeri, banyak pihak mempertanyakan mengapa pemerintah tidak membeli helikopter buatan PT Dirgantara Indonesia karya anak bangsa.
Di sebuah kesempatan KASAU Marsekal TNI Agus Supriatna menegaskan pihaknya tetap memilih helikopter AW-101 dalam rangka memberi pelayanan terhadap kepala negara serta tamu negara. Ia menyingkirkan EC-725 bikinan PT Dirgantara Indonesia (PT DI) lantaran sudah melalui proses kajian.

Sebab itu, TNI AU kini terkesan cuek terhadap PT DI untuk memproduksi sisanya. Bahkan, Agus menganggap bahwa PT DI tidak mampu memproduksi alutsista udara.

“Saya rasa bikin sayap saja (PT DI) tidak bisa,” pungkasnya.

Pernyataan KASAU tersebut memantik kritik dari publik termasuk dari Anggota LHKP PP Muhammadiyah yang juga Dosen Universitas Muhammadiyah Jakarta Ma’mun Murod Al Barbasy yang menyampaikan kritik lewat akun facebooknya
Sekali lagi, ini hanya terjadi di Indonesia. PT DI yang didirikan oleh anak bangsa yang super cerdas yang dunia pun mengakui: BJ Habibie, justru dilecehkan oleh seorang KSAU. Hanya utk mencari pembenaran atas keinginannya membeli “Helicopter Kepresidenan” sampai rela melecehkan karya anak bangsa. Apa tdk ada kata2 yang lbh kasar lg dr ucapan “PT DI bikin sayap saja tidak bisa”. Ini pelecehan luar biasa. Di kala China bangga dg produk dalam negerinya, di kala India bangga dg produk dalam negerinya. Eh, di Indonesia justru KSAU-nya yang merendahkan bangsanya sendiri. Rasanya KSAU seperti ini yang pantas suruh ikut lagi Program Bela Negara. Tak pantas KSAU bicara spt orang yang tak punya adab!!!
Apa yang dilontarkan KASAU memang bertolak belakang dengan semangat yang selama ini dicitrakan pemerintahan Jokowi JK yang ingin mengutamakan penggunaan produk dalam negri, bahkan malah melecehkan industri pesawat nasional padahal publik internasional mengetahui justru PT Dirgantara adalah salah satu produsen sayap pesawat Airbus. (redaksi/sp)