Masyarakat Bali Tolak Ide Wisata Syariah di Bali


sangpencerah – Denpasar – Ketua Ormas Cakrawayu Bali Putu Dana meminta berbagai pihak jangan terlalu berlebihan membawa paham baru ke Bali. Pada intinya, pihak Cakrawayu menolak adalah wisata Syariah di Bali dalam berbagai bentuknya, “Biarlah Bali sebagai Bali. Dan para wisatawan yang menentukan apa mau datang ke Bali seperti saat ini atau memilih daerah tujuan wisata lainnya.”

Kondisi yang sudah bagus saat ini di Bali, kata Putu Dana jangan lagi dibuat keruh dan gaduh. Karena selama ini, kerukunan antar umat beragama di Bali sudah terjamin dan akur.

Sementara itu Sesepuh Sandhi Murti Ngurah Harta menjelaskan pertemuan memang digagas pihaknya untuk meredam gejolak atas pernyataan Dadang Hermawan dan MES Bali, yang kemudian menjadi ramai dengan berbagai pendapat, khususnya di media sosial, “Kami tetap siap berada di depan, agar Bali tetap aman dan tentram, karena eksesnya bisa berkembang menjadi masalah nasional. Dan karena ada di Bali bisa berdampak buruk secara internasional.”

Karena itu, Sandhi Murti meminta semua pihak untuk mengerem pendapat dan tindakan yang bisa memprovokasi keadaan. Semua harus dibicarakan dengan duduk bersama dan mencari celah terbaik untuk tetap bisa menjaga kerukunan multi kultur antar anak bangsa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dialog ini juga diikuti mahasiswa dari berbagai lembaga, Jaringan Hindu Nusantara, Cakrawayu.

Sebelumnya ide pengembangan Bali sebagai destinasi wisata syariah disampaikan  Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Bali Dadang Hermawan berharap bisa membangun percontohan sebagai wisata syariah di Bali.

“Para pelaku wisata akan dibina bagaimana cara mengakses keuangan syariah serta menggarap potensi pasar pariwisata syariah di Bali,” ujar Dadang,

Namun Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Bali Dadang Hermawan membantah pihaknya akan membangun percontohan desa wisata Syariah di Bali, seperti yang diberitakan oleh sejumlah media baik cetak maupun elektronik. Hal ini disampaikan dalam dialog bersama sejumlah komponen masyarakat di padepokan Sandhi Murti, Denpasar (suluh/sp)