Kepala BNN Komjen Buwas Gandeng Muhammadiyah Jatim Melawan Narkoba


sangpencerah.id – Surabaya -Kepala BNN Komjen Budi Waseso gencar menggelar sosialisasi bahaya Narkoba karena penanganan narkotika tidaklah mudah, sebab peredarannya dilakukan secara tersistem dan sangat terorganisir. Terlebih Indonesia menjadi pasar terbesar di Asia dalam peredarannya. untuk itu dia mengajak Muhammadiyah ikut berperan aktif melawan bahaya Narkoba

“Data BNN Pusat mencatat setiap hari terdapat 30 hingga 40 orang meninggal akibat Narkoba di Indonesia. Kita ini pangsa pasar terbesar Asia. Ini tidak boleh dibiarkan dan harus dituntaskan. Kita tidak boleh tinggal diam, karena peredaran Narkoba merupakan kejahatan besar,” tegas Komjen Budi Waseso saat Sosialisasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Kantor PW Muhammadiyah Jatim di Surabaya, kemarin.

Bahkan, penyalahgunaan narkotika dapat menyebabkan kerusakan otak secara permanen. Pengguna narkoba tidak akan bisa disembuhkan secara total. Karena itulah pihaknya mengajak seluruh masyarakat agar menghindari pemakaian maupun penyaluran Narkoba yang bisa berdampak pada pengrusakan organ tubuh lainnya dan dalam waktu dekat dapat menyebabkan kematian.

Sementara, Wagub Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menambahkan narkoba seakan sudah menjangkiti segala lini profesi masyarakat. Profesi pelaku kejahatan narkoba sudah menjangkiti pegawai swasta, pengangguran, wiraswasta, TNI/Polri, Pelajar, Mahasiswa, PNS, petani hingga buruh.

Bahkan, saat ini narkoba juga sudah masuk di lingkungan pondok pesantren dengan ditemukannya santri yang mengkonsumsi narkoba. “Ini yang menjadi perhatian bersama bahwa kesadaran masyarakat harus dibangun. Narkoba adalah musuh bersama yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” imbuh Gus Ipul.

PW Muhammadiyah Jatim membentuk Badan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba (BP2N). Muhammadiyah ingin menyelamatkan umatnya dari bahaya narkoba. Ini karena Muhammadiyah Jatim memiliki 2000 TK, 974 sekolah, 6 perguruan tinggi (PT), 29 RS dan 50 kilnik.

Ketua PW Muhammadiyah Jatim Saad Ibrahim mendukung penuh upaya pemerintah dalam hal ini BNN untuk memberantas narkoba.

Jumlah pengguna narkoba di Indonesia saat ini berdarkan data BNN mencapai 5,9 juta orang. Dalam lingkup wilayah Jatim kerugian biaya ekonomi narkoba sebesar Rp 9,5 triliun lebih (terbesar di Indonesia).