Perjuangan IMM Seperti Filosofi Batu Karang

SangPencerah.com – Ketua umum PC IMM Kota Medan P.A 2014 – 2015, Welly Susanto dalam sebuah diskusi dirumah kecil milik kader IMM Komisariat Hukum UMSU mengatakan bahwa pergerakan IMM mulai dari lahir sampai mencapai usia lebih dari setengah abad ini banyak menghadapi tantangan serta ujian yang tidak mudah. Akan banyak sekali orang mencoba untuk menghalangi perjuangan yang sedang dilakukan, bahkan bisa jadi tantangan terbesar itu datang dari dalam diri kita sendiri. “Dalam berjuang tak pernah ada yang mudah karena kita akan menemukan banyak sekali tantangan dan rintangan. Tapi kita bisa mengambil filosofi perjuangan dari sebuah batu karang. Meski sering berhadapan dan bertarung dengan ombak besar sekalipun, namun batu karang tak akan pernah bisa dihancurkan serta kokoh pada tempatnya. Begitu juga dengan pribadi kader, meski tantangan silih berganti namun Ia akan tetap kuat dan kokoh didalam perjuangannya”
BerMuhammadiyah itu sulit, karena tujuan utamanya adalah untuk menegakkan kebenaran amar ma’ruf nahi munkar di bumi Indonesia. “Maka dari itu IMM sebagai sayap dari Muhammadiyah mestilah memahami hakekat dari perjuangannya. Dunia mahasiswa adalah dunianya para intelektual, maka berjuanglah secara intelektual sesuai dengan bidang keilmuan kita masing-masing” lebih lanjut Welly Susanto menambahkan bahwa semua ini hanyalah sementara “ini semua hanyalah dunia, kita tak kekal didalamnya, maka selagi kita hidup berusahalah melakukan yang terbaik sesuai dengan ajaran agama Islam”
Tentu saja secara singkat bisa kita pahami bahwasannya IMM saat ini sedang gencar merebut momentum dalam menduniakan gerakannya melalui berbagai kegiatan mestilah didukung oleh seluruh kadernya dimanapun berada. Sebagai sebuah organisasi kemahasiswaan IMM dituntut untuk terus memberikan perannya bagi bangsa serta umat dalam mewujudkan cita-cita Muhammadiyah  menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Kader IMM harus memiliki komitmen serta spirit perjuangan yang tangguh dalam jiwanya serta tak goyah meski dihantam badai seperti filosofi batu karang.

Reporter : Aulia Asmul