PCM Kaliwungu Sambut Tahun Baru 1437 H Bersama Kak Bimo

Sangpencerah.com – Hari itu hari libur nasional. Tahun baru Islam 1437 H. Jarum jam di dinding menunjuk angka tiga , namun seluruh stakeholder sekolah Muhammadiyah yang ada di kawedanan Kaliwungu sudah tumplek blek di gedung Balai Dakwah Muhammadiyah Kaliwungu, yang berada di jalan Sekopek. Sore itu seluruh anak – anak TK, SD/MI, SLTP/SLTA yang berada di bawah naungan lembaga persyarikatan Muhammadiyah berbondong – bondong, menuju arah yang sama, mereka memasuki gedung bercat biru untuk mendengarkan cerita, dongeng anak bersama Kak Bimo yang diselenggarakan oleh PCM Kaliwungu dalam rangka resepsi Milad ke 106 H/103 M dan Tahun baru 1437 Hijriyah.
Tepat pukul 15.30 WIB acara dimulai dengan penampilan kasidah anak – anak dari MI Muhammadiyah Sarirejo, Kaliwungu yang menyuguhkan lagu Islami, Sholatun Bisaalamil Mubin.
Ketua PCM Kaliwungu, H. Antono, SE, dalam sambutannya, bahwa kegiatan yang kami gelar ini adalah resepsi, sebagai puncak dari rangkaian kegiatan milad ke 106 Muhammadiyah, Dalam kegiatan Milad Muhammadiyah sesuai instruksi PDM Kendal, kami telah menyelenggarakan apel Milad pada tanggal 8 Dzulhijjah 1436 H bertepatan 21 September 2015 dan Turnamen Bulu Tangkis PCM Kaliwungu Cup III, ujarnya. 
Sedangkan Ketua PDM Kendal, H. Muslim, memberi apresiasi dan menilai positif terhadap model kegiatan Milad yang diselenggarakan oleh PCM Kaliwungu. Tidak ada salahnya jika seluruh keluarga besar Muhammadiyah di Kawedanan Kaliwungu yang terdiri dari orang tua, pemuda dan anak – anak hari ini sedang digembirakan oleh PCM Kaliwungu dengan menyaksikan dan mendengarkan langsung dongeng Islami dari Kak Bimo. Menurut beliau, dongeng atau cerita jika disampaikan dengan baik, ternyata mampu menyentuh berbagai aspek pembentukan kepribadian anak – anak, tuturnya.
Kak Bimo yang nama lengkapnya Bambang Bimo Suryono mendongeng satu jam lebih di hadapan pengunjung yang memadati gedung dakwah Muhammadiyah kaliwungu, mengisahkan tentang Nabi Nuh ketika diperintah oleh Allah membuat perahu karena banjir akan melanda negaranya. Bambang Bimo Suryono (BBS) yang lulusan SMP Muhammadiyah IV Yogyakarta itu pintar dan fasih ketika menvisualisasikan suara pohon yang ditebang dan digergaji oleh pengikut Nabi Nuh untuk dibuat perahu. 
“ Perahu sudah jadi dan siap kita ditumpangi ! “ teriak BBS menirukan ucapan Nabi Nuh. Pendongeng nasional yang juga pemegang 2 rekor MURI, pendongeng dengan ilustrasi suara terbanyak, lebih dari 200 suara dan auden dongeng terabnyak, 24 ribu anak itu dengan piwai menirukan suara beberapa binatang, seperti gajah, anjing, sapi, ayam ketika diperintah oleh Nabi Nuh untuk segera masuk ke perahu. (sp/mch)
Reporter : Abdul Ghofur