Kabut Asap Makin Mengkawatirkan Mengapa Presiden Memilih Pergi ke Amerika

 

sangpencerah.id – Presiden Jokowi sejak kemarin sudah berada
di Amerika dalam agenda kunjungan kenegaraan di waktu yang sama bencana kabut
asap semakin mengkawatirkan bahkan Kabut asap akibat kebakaran hutan di
Indonesia telah menyebar hingga ke wilayah Filipina selatan. Kabut asap ini
telah mengganggu lalu lintas udara. Otoritas setempat pun mengingatkan warga
untuk mengenakan masker.

Hampir dua bulan terakhir ini, kabut asap
tebal yang berasal dari pembakaran hutan di Indonesia, telah menyelimuti wilayah
sejumlah negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Singapura dan Thailand. Bahkan
sebagian sekolah di Malaysia dan Singapura harus ditutup akibat kabut asap ini.
Bencana ini juga telah menelan korban jiwa
, sekolah diliburkan, ekonomi terhambat dan banyak penerbangan dibatalkan,
kondisi kabut asap sudah benar – benar darurat pemerintah diminta lebih serius
menangani bencana ini.
Dalam rapat terakhir kabinet yang dipimpin Presiden
ada rencana untuk mengevakuasi warga di daerah yang kabut asap sudah dalam
level berbahaya namun sampai sekarang rencana itu belum direalisasi.
Di tengah kondisi ini keputusan Presiden
untuk tetap melawat ke Amerika Serikat banyak mendapat kritikan karena
seharusnya dengan kondisi yang sudah berbahaya ini Presiden harus
mengoptimalkan seluruh potensi Negara untuk menanggulangi kabut asap,
mengharapkan partisipasi masyarakat bisa efektif tidak mungkin jika pemimpin
tertinggi Negara lebih memilih lawatan luar negri ketimbang tuntaskan persoalan
kabut asap.
Untuk itu alangkah baiknya Presiden
mempersingkat kunjungan luar negri dan memimpin operasi penanggulan bencana
kabut asap yang kini mulai merata ke seluruh wilayah Indonesia.(ar)