IMM Solo Adakan Diskusi Kasus Tanjung Priok

E:FOTO 10 OKTOBERIMG_0001.JPG

Sangpencerah.com – Upaya mengintimidasi umat islam sudah sejak lama dilakukan oleh pemerintah. Ini terjadi ketika peristiwa Tanjung Priok di masa orde baru. Tragedi kemanusiaan yang berujung pada banyaknya korban jiwa dikalangan umat islam. Aparat menggunakan kekuasaan militer dengan dalih untuk pembenaran sepihak sebagai upaya pengamanan terhadap kekuasaan. Hal inilah yang menjadisebuah landasan oleh Pimpinan Cabang IMM Kota Surakarta untuk melakukan Diskusi Publik dengan tema Tanjung Priok : Upaya Peminggiran Islam Politik. 
Diskusi Publik ini dilaksanakan Hari Sabtu, 10 Oktober 2015 jam 20.00 wib di Hall Selatan Fakultas Psikologi UMS. Tema diskusi adalah untuk mengungkap fakta sejarah tantang kasus Tanjung Priok yang tergolong merupakan kasus pelanggaran HAM berat. Pembicara dalam kegiatan diskusi ini adalah Bapak Aidul Fitriciada Azhari (Dosen Hukum Tata Negara UMS) dan Mas Feri Kusuma (KONTRAS). Kegiatan diskusi Publik ini terselenggara berkat kerja sama antara Pimpinan Cabang IMM Kota Surakarta bersama Komunitas Hikmah Surakarta yang merupakan gabungan Bidang Hikmah IMM di tingkat komisariat IMM di Surakarta. 
Kegiatan diskusi publik ini diikuti oleh kader-kader IMM, BEM UMS, Organisasi kemahasiswaan UMS, organisasi kemasyarakatan, dan organisasi pergerakan mahasiswa. Kegiatan ini juga dilatarbelakangi akan isu yang berkembang di Kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta tentang pembubaran pemutaran film Senyap oleh Laskar Umat Islam yang terindikasi sebagai film berbau Komunis. 
Ketua Umum PC IMM Kota Surakarta, IMMawan Adhitya Yoga mengatakan diskusi publik ini dilakukan untuk mengungkap sejarah akan kasus pelanggaran HAM di Indonesia. Sejarah telah mencatat banyaknya kasus pelanggaran HAM yang belum tuntas diselesaikan oleh pemerintah. Pak Aidul dalam kesimpulan diskusi ini menganggap bahwa Kasus Tanjung Priok memang merupakan sebuah fakta akan peminggiran islam politik. Hal ini menjadi titik balik kekuatan politik umat islam yang berganti dari politik miliiter yang sebelumnya dikuasai oleh umat katolik. Sementara itu peneliti dari KONTRAS, Mas Ferry menganggap mahasiswa saat ini harus bisa mendorong upaya-upaya penyelesaian kasus-kasus HAM tidak hanya asus Tanjung Priok. Dirinya juga mengajak mahasiswa untuk bisa bergerak bersama dan berkemauan untuk menyelesaikan kasus-kasus pelanggaran HAM dan mengambil peran untuk bergerak terhadap korban-korban kasus pelanggran HAM. 

Reporter : Muhammad Isnan