IMM Mas Mansur adakan Seminar Kemuslimahan Pendobrak Peradaban

الْمَرْأَةُ عِمَادُ الْبِلاَدِ إِذَا صَلُحَتْ صَلُحَتِ الْبِلاَدُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَتِ الْبِلاَدُ
“Wanita adalah tiang suatu  negara, apabila wanitanya baik maka negara akan baik dan apabila wanita rusak maka negaranya pun akan rusak”
Itulah sabda Rasulullah SAW yang menjadi latar belakang IMM Komisariat K.H Mas Mansur Universitas Muhammadiyah Surakarta menyelenggarakan Seminar Kemuslimahan. Acara yang mengambil tema “Muslimah Pendobrak Peradaban” ini berlangsung pada Ahad (18/10)  merupakan salah satu  program kerja perdana yang digelar dengan konsep acara khusus untuk para muslimah.
Acara yang diselenggarakan di Gedung Seminar Fakultas Kedokteran UMS  tersebut dihadiri oleh 180 peserta akhwat dari berbagai usia. Dalam kesempatan  luar biasa ini, turut hadir sebagai pembicara adalah  Meyda Sefira selaku Duta ACT (Aksi Cepat Tanggap), Siti Aisyah selaku Pimpinan Pusat Aisiyah, dan Ninin Karlina selaku aktivis MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Centre). 
Materi yang disuguhkan oleh para pembicara rupanya mampu menggugah daya tarik peserta yang bertanya-tanya bagaimana sesungguhnya Islam mengatur kiprah seorang muslimah ? dalam seminar yang mengulas ulang persepsi-persepsi masyarakat yang banyak menilai bahwa Islam adalah agama radikal yang mengharuskan para perempuan “bersembunyi di dalam” ini mampu memberikan jawaban bagi para peserta. 
Selaku Ketua Umum IMM Komisariat Pondok Internasional K.H Mas Mansur UMS, Ahmad Basyiruddin menyatakan bahwa jika dikaji kembali, Syari’at Islam tidak memberatkan umat namun umat juga harus tetap bertindak sesuai fitrahnya, karena perempuan tidak hanya menjadi subjek yang berlaku atau hanya objek yang mengalah, tapi mampu menjadi subjek yang bergerak sekaligus menjadi objek yang taat dan patuh syari’at.
Perempuan memiliki banyak peran tanpa harus menentang fitrahnya. Muslimah memiliki peran pokok dalam rumah tangga sesuai tugasnya melayani suami dan mendidik anak. Tapi muslimah juga harus bisa bergaul dan berperan serta dalam kehidupan bermasyarakat agar dapat bermanfaat bagi manusia lainnya. Karena perempuan adalah tiang suatu negara dan di tangan perempuanlah nasib suatu kaum berada.
Setelah diisi penjelasan materi yang  luar biasa, acara Seminar Kemuslimahan pun akhirnya ditutup dengan pembagian doorprize berupa buku dan pernak pernik muslimah, hiburan dengan penampilan Meyda Sefira dan Lutfiah Hayati selaku Duta ACT untuk penggalangan dana ditujukan kepada saudara semuslim Syiria dan pendidikan kurang mampu di Indonesia, foto peserta bersama pembicara dan do’a. Dari serangkaian acara Seminar Kemuslimahan ini, para peserta menyampaikan pendapatnya bahwa seminar ini cukup berbeda dan menarik karena membahas mengenai diri peserta sendiri, bagaimana mereka harus berkiprah sesuai Islam sehingga dapat diimplementasikan secara langsung dalam  kehidupan sehari-hari.

Foto terkait