FUIS Gelar Aksi Tolak Hubungan Sejenis

Forum Umat Islam Sukoharjo (FUIS) menggelar aksi menolak hubungan sejenis seperti yang terjadi di Kecamatan Musuk, Boyolali di car free day (CFD) Jl. Veteran, Sukoharjo, Minggu (18/10/2015) pagi.
Menurut FUIS hubungan sesama jenis merupakan sumber penyakit dan malapetaka. Pantauan Solopos.com, aksi tersebut diikuti sejumlah organisasi masyarakat (ormas), seperti Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dan Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM). Selain itu turut terlibat pula dokter, kelompok perguruan silat Tapak Suci, dan akademisi. Pelaksana kegiatan juga mengajak pengunjung CFD berpartisipasi dengan membubuhkan tanda tangan di spanduk sebagai wujud penolakan terhadap hubungan sesama jenis.
Salah satu peserta aksi, dr. Indarto dari RS PKU Muhammadiyah Sukoharjo, menyampaikan hubungan sesama jenis merupakan kelainan psikis. Jika dilihat dari kesehatan hubungan tak lazim itu bisa menjadi sumber penyakit, seperti kanker dubur.
Penyakit itu biasanya diderita pasangan sesama lelaki atau homo. Sebab, mereka biasanya berhubungan intim melalui dubur.
“Sebab itu Allah SWT melarang hubungan intim melalui dubur. Selain itu bisa menderita penyakit kanker dubur, pasangan sesama lelaki juga bisa mengidap HIV/AIDS. Sejarah membuktikan bahwa HIV/AIDS awal mulanya dari hubungan sesama jenis,” kata dr. Indarto.
Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Sukoharjo terpilih, Eko Pujiatmoko, menilai dua lelaki warga Musuk, RAK, 26 dan  Dm, 30, yang telah mendeklarasikan sebagai pasangan sesama jenis, 10 Oktober lalu, cacat moral. Umat Islam tidak pernah rela negeri ini dikotori kelakuan mereka atau pasangan sesama jenis lainnya, seperti lesbi.
Inisiator kegiatan, Wisnu Dewantoro, 44, kepada Solopos.com menyampaikan kegiatan itu digelar agar masyarakat Sukoharjo tidak terjerumus dalam hubungan sesama jenis. Ketua PBMT MPD Sukoharjo menyatakan kejadian seperti di Boyolali itu harus diantisipasi agar tidak terjadi di Kabupaten Jamu. (solopos)