Sikap Yang Menentang Adzab

Oleh:
Musliadi
Kabid Kajian Dakwah Pimpinan Pusat IPM
Benar-benar menghebohkan, sungguh hal yang sangat memalukan kejadian ini terjadi di Indonesia. Memang sangat berani menentang, nyali yang sangat tangguh. Padahal sejarah telah menuliskan kisah nyata kaum Nabi Luth AS yang memiliki penyakit, suka dengan sesama jenis. Yaitu kaum Sodom. Masyarakat Sodom adalah masyarakat yang rendah tingkat moralnya, rusak mentalnya, tidak mempunyai pegangan agama atau nilai kemanusiaan yang beradab. Kemaksiaatan dan kemungkaran merajalela dalam peragulan hidup mereka. Pencurian dan perampasan harta milik merupakan kejadian hari-hari di mana yang kuat menjadi kuasa sedang yang lemah menjadi korban penidasan dan perlakuan sewenang-wenang. Maksiat yang paling menonjol adalah perbuatan homoseks di kalangan lelakinya dan lesbian di kalangan wanitanya. Kedua-dua jenis kemungkaran ini begitu merajalela di dalam masyarakat sehingga merupakan suatu kebudayaan kaum sadum. 
Allah mengutus Nabi Luth As, sebagai penerang bagi mereka, mengangkat mereka dari lembah kenistaan, kejahilan dan kesesatan serta membawa mereka ke alam yang bersih, bermoral dan berakhlak mulia. Nabi Luth as mengajak mereka beriman dan beribadah kepada Allah meninggalkan kebiasaan mungkar menjauhkan diri dari perbuatan maksiat dan kejahatan yang diilhamkan oleh iblis dan syaitan.
Padahal Allah sayang pada mereka, sehingga Allah mengutus Nabi Luth agar mereka keluar dari kenistaan, bukannya taubat malah menentang supaya Allah menurunkan azab pada mereka. Kemudian Allah murka dan memberi azab dengan menggetarkan bumi yang berada di kaki kaum sadum dan di iringi dengan anginkencang serta hujan batu yang menghujam merek.
Dalam Al-Qur’an surat Yasiin: 36 menyebutkan bahwa: “Allah telah menciptakan segala sesuatu yang ada di bumi secara berpasang-pasangan. Pada dasarnya yang dimaksud dengan berpasang-pasangan ini adalah laki-laki dan perempuan maupun dalam hewan adalah jantan dan betina. Semuanya sudah diciptakan sedemikian rupa agar makhluk hidup dapat berkembang biak dan memiliki keturunan”. 
Dalam Al-Qur’an Surat Adz-Zaariyat juga disebutkan Allah berfirman bahwa Allah menciptakan segala sesuatunya berpasang-pasangan agar kita semua selalu mengingat kebesaran Allah. Segala macam nikmat diturunkan oleh Allah bagi kita manusia. Anugrah Cinta adalah anugrah yang paling indah yang diberikan oleh Allah pada hati manusia. Sehingga dengan berpasang-pasangan itu maka manusia dapat merasakan perasaan cinta yang begitu indahnya. 
Dengan berpasang-pasangan manusia dapat menjalani hidupnya dengan lebih indah, karena pasangan diharapkan dapat melengkapi kehidupan kita dan menutupi segala macam kekurangan kita. Dalam bahasa Arab pun, setiap kata benda dikelompokkan mejadi dua kelompok, yaitu mudzakar (yang bersifat laki-laki atau maskulin) dan muannas (yang bersifat wanita atau feminism). 
Apa yang terjadi di daerah Ubud Bali, Bali. Baca (http://daerah.sindonews.com/read/1044955/174/heboh-foto-pernikahan-sejenis-diduga-terjadi-di-bali-1442309013) adalah tindakan yang menantang murka Allah. Ini adalah keberanian yang haram untuk ditiru. Kita beserta pemerintah mesti cepat melakukan tindakan sebelum murka Allah menimpa negara Indonesia tercinta.
Ya Allah, jangan limpahkan azab kepada kami karna kelakuan merka, lindungilah kami dari fitnah yang perbuat. amiin