Muhammadiyah Tetapkan Idul Adha Tanggal 23 September

SangPencerah.com – Muhammadiyah telah menetapkan awal bulan ‎Dzulhidjah jatuh pada Senin, (14/9/2015). Wakil Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Ma’rifat Iman, mengatakan ‎penetapan awal bulan ‎Dzulhidjah tersebut telah dilakukan satu bulan yang lalu.
‎”Tentang awal bulan ‎Dzulhidjah, Muhammadiah telah menetapkan sebulan sebelum ramadan, jatuh pada hari besok. Jadi senin tanggal 1 ‎Dzulhidjah dan tanggal 10 jatuh pada rabu 23 september,” katanya di gedung Kementerian Agama RI, jalan MH Thamrin, (13/9/2015).
Penetapan tersebut dilakukan berdasarkan metode atau kriteria yang dibuat Muhammadiah. Kriteria tersebut yakni hilal sudah di atas ufuk atau di atas‎ 0 derajat.
“Yang bedakan kriteria yang ditetapkan muhammadiyah dan pemerintah berbeda, pemerintah berlandas pada keputusan Mabim ketinggian hilal 2 derajat. Sementara itu Muhammadiyah enggak perhatikan berapa derajat yang penting udah di atas ufuk atau horizon atau 0 derajat lebih. ‎Berapapun (hilal) di atas ufuk, maka nanti malam setelah maghrib adalah 1 ‎Dzulhidjah,” paparnya.
Sementara itu menurut Iman posisi hilal sekarang adalah di bawah satu derajat. ‎Selain itu pada akhir bulan sudah terjadi ijtimak atau konjungsi edaran bulan dan matahari dalam satu garis bujur, saat matahari terbenam, hilal berada di atas ufuk‎.
“Di bawah satu derajat, atau setengah derajatlah. Indonesia terbelah dua, ada yang masih ada di bawah nol derajat, ada yang sudah tinggi sampe 0,37 menit,” katanya.
Pemerintah telah mengumumkan hasil sidang istbat bahwa Idul Adha jatuh tanggal 24 September. Jadi Muhammadiyah duluan. Berbeda dengan keputusan pemerintah, menurut Iman hal tersebut bukan masalah. Yang penting paparnya, muhammadiyah telah mengimbau kepada warga internalnya. ‎”Alhamdulillah engga ada masalah. muhammadiyah yang penting mengimbau pada internal warga muhammadiyah,” pungkasnya. (sp/tribun)