Kritikan PP Ikatan Pelajar Muhammadiyah kepada Yayasan Al-Kahfi

Buku yang di susun oleh yayasan Al-Kahfi Jakarta dengan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan DKI Jakarta ini menjadi topik pembicaraan yang hangat dalam minggu ini. Buku yang berjudul Program Pelajar Jakarta Berkarakter, upaya mengatasi pelajar tawuran, kenakalan remaja dan radikalisme dikalangan pelajar, adalah buku yang sangat mengejutkan dan menjadi perhatian yang sangat serius dikalangan pendidikan. Buku ini berisi tentang penyudutan Agama, yaitu Agama Islam. Ini adalah pelanggaran dan Yayasan Al-Kahfi serta Dinas Pendidikan DKI Jakarta harus bertanggung jawab dengan semua ini.
Buku yang disusun oleh Yayasan Al-Kahfi ini, bisa saja membangkitkan amarah umat islam yang isinya mediskriminasikan ajaran islam. Sebenarnya, yang menyusun buku ini Orang Muslim atau bukan??? Karna orang Muslim, yang faham dengan agamanya tidak akan melakukan hal yang sangat memalukan ini, jelas terbukti bahwasanya Agama Islam itu adalah agama yang damai, indah dan menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan. Agam islam ini bukan agama main-main yang panduannya dibuat oleh manusia dan bisa direfisi, agama islam ini sudah banyak yang menagkui kebenarannya, dalam islam tidak ada yang menganjurkan untuk melakukan kekerasan, apalagi melakukan terorisme. Buktinya, coba aja deh liat di media-media banyak orang Eropa dan Amerika ayang telah mengucapkan Dua Kalimat Syahadat sebagai bukti bahwa Islam itu memang Agama yang damai, dan indah. Moskow aja telah menjadi kota Muslim terbesar di Eropa (Baca Arrahmah.com). dan banyak lagi negara-negara di Eropa yang kuantitas umat muslimnya meningkat. Apabila belum menemukan indahan dan kedamaian dalam Islam, minimal jangan menjelekkan deh.
Jika yang menyusun buku ini tidak faham dengan ajaran Islam, jangan sok deh untuk mengkaji islam. Karna hanya keburukan yang akan tercipta jika memahami islam itu berdasarkan ketidak sukaan. Coba deh kita mencoba untuk memahami, siapa sih yang sebenarnya dikatakan teroris itu???
Orang yang melakukan pembelaan terhadap diri jangan di bilang teroris, banyak itu orang diluar islam yang melakukan pembunuhan terhadap umat islam yang tidak bersalah, knpa mereka tidak dikatakan teroris, jika berbisacara tentang ISIS dan yang sejenisnya, itu adalah sebuah konspirasi dan ada pihak-pihak di belakang mereka, jadi jangan hanya bisa menyalahkan dan tidak mau memahami, percuma memiliki ilmu dan pemahaman jika tidak mau untuk memahami dan melakukan kebijaksanaan.
Masalah kenakalan remaja itu atau tawuran, banyak faktor yang melatarbelakangi terjadinya. Bisa saja karna faktor keluarga, faktor lingkungan dan sangat bisa karna faktor guru yang hanya bertujuan untuk mentransfer ilmu doang, dan berorientasi uang saja, bukan untuk mendidik pelajar menjadi orang yang terpelajar. Jadi jangan mengkambing hitamkan yang lain jika para guru saja tidak bisa menjadi figur bagi pelajar itu sendiri.
Buku ini memang sangat berkerakter, tapi BERKERAKTER UNTUK MENIMBULKAN KEBURUKAN. Jangan mempropokasih siswa untuk melakukan keburukan melalui faham-faham yang seperti ini.  Ujar Musliadi (Kabid Kajian Dakwah Islam PP IPM)
Kami sangat berharap pihak terkait, Yayasan Al-Kahfi dan Dinas Pendidikan DKI Jakarta untuk sesegera mungkin untuk menghanguskan buku ini, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.

Salam Hormat,
Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah
Berkarya Tiada Henti, menginsfirasi negeri