Akhirnya Muhammad Abduh Tuasikal Minta Maaf Kepada Muhammadiyah

Baru baru ini jagad medsos diramaikan soal perbedaan penetapan idul adha antara muhammadiyah dan pemerintah hal ini bukan pertama yang terjadi masing masing memiliki ijtihad dan metode sendiri sehingga dalam tahap ini haruslah saling tasamuhNamun idul adha kali ini tiba tiba seseorang yg dikenal ustad salafi yaitu M. Abduh Tuasikal menulis status di FB dan blog nya yang secara teatrikal dan agresif menyerang pemahaman muhammadiyah bahkan memprovokasi dengan mengeluarkan kata kata yang tidak etis

Hal tersebut menimbulkan reaksi dari netizen muhammadiyah, karena selama ini muhammadiyah tidak pernah menyerang atau menjelekkan ustadz MAT di forum manapun tapi mengapa MAT kemudian seolah kehilangan sopan santun bicara soal muhammadiyah di media social

Ketika warga muhammadiyah meminta tabayun lewat akun fb MAT tidak sedikit yg diblokir tentu menjadi tanda tanya sebenernya apa maunya ustadz MAT terhadap Muhammadiyah?

Beruntung kontroversi ini tak berlanjut gelombang pertanyaan netizen muhammadiyah akhirnya mendorong Muhammad Abduh Tuasikal meminta maaf kepada Muhammadiyah setelah menyadari apa yang dia tulis jauh dari substansi dan etika  yang harusnya ditunjukkan dari Ulama yang katanya kembali ke Sunnah.

Berikut cuplikan tulisan permohonan maafnya.

“Kami yakin tanggapan kami beberapa keliru dan kami mengajukan permintaan maaf kami pada Muhammadiyah, warga Muhammadiyah dan simpatisan Muhammadiyah.
Ini kalimat yang keliru ketika kami menanggapi salah satu simpatisan Muhammadiyah: “Banyak orang Muhammadiyah yang sudah ingin melepaskan ketaqlidan karena ingin mengikuti dalil”.
Kami manusia, bisa saja luput dan keliru. Barangkali kalimat ini yang membuat marah warga Muhammadiyah.”
Muhammadiyah selalu terbuka dengan dialog dan diskusi tentunya dengan cara cara beradab dan berdialog dengan santun bukan dengan memprovokasi lewat media sosial seperti yang dilakukan M. Abduh Tuasikal.Kontribusi Muhammadiyah terhadap bangsa ini tak ternilai banyaknya jangan hanya berbeda soal penetapan hari id, kemudian seenaknya mencap tidak taat ulil amri, kalo boleh kami bertanya kepada kawan kawan salafi yang selalu mengklaim taat ulil amri apa yang telah anda berikan terhadap bumi pertiwi ini?

Jadi tak usah memancing di air keruh di tengah perayaan idul adha hanya untuk motivasi yang tidak jelas, dan tentu kami apresiasi pmintaan maaf M. Abduh Tuasikal semoga tidak terulang di kemudian hari. (redaksi)