100 Relawan Muhammadiyah Cilacap Ikuti Diklatsar

SangPencerah.com Betempat di Rawa Bojong Rongga Kecamatan Kedung Reja Kabupaten Cilacap, LPB-MDMC Kabupaten Cilacap mengadakan Diklatsar Dasar untuk sekitar 100 orang Relawan MDMC se kabupaten cilacap. Kegiatan ini dilaksanakan Ahad kemarin (30/8/2015).
Acara yang di buka oleh Staf Ahli bidang SDM Bupati cilacap ini, adalah sebagai bentuk persiapan penanggulangan dan pencegahan bencana khususnya di kabupaten cilacap, yang di nyatakan sebagai daerah dengan nomor urut ke 3 dalam hal peta kebencanaan nasional.
Dalam penyampaiannya, Tasnarto sebagai Ketua MDMC menyampaikan, bahwa MDMC cilacap yang meski baru tebentuk tak lebih dari setengah tahun, atau tepatnya setelah banjir sidareja yang sangat besar, akan bekerja keras untuk terus menyiapkan relawan relawan Muhammadiyah yang siap dan tangguh dalam menjalani segala medan.
Sedangkan dalam materinya, Arief Romdhon, selaku Ketua PDM Cilacap juga menyampaikan, MDMC kalo bisa jangan sampai menanggulangi bencana, akan tetapi mencegah dan mengajarkan masyarakat agar bisa lebih tanggap terhadap bencana, factor utama dari penanganan bencana adalah ketidak siagaan masyarakat dalam mencegah dan menanggulangi bencana.
Turut hadir juga Eko Harianto perwakilan dari LPB-MDMC Provinsi Jawa Tengah, beliau menyampaikan bahwa MDMC Cilacap yang baru saja berdiri ini, harus memiliki tim tim ahli, utamanya adalah pada tim Psyikososial yang bisa di ambil dari karyawan karyawan yang bekerja di AUM muhammadiyah, terlebih lagi, beliau juga mengharapkan agar kedepannya setiap daerah memilih anggota anggotanya untuk terus di ikutkan pada pendidikan SAR hingga tingkat purna, agar nanti MDMC menjadi bagian penting dan rekan kerja utama dari Basarnas.
Selain membahas mengenai materi, Diklatsar MDMC juga melaksanakan dua praktek penanggulangan bencana, yaitu Pertolongan pertama yang di instrukturi PMI cilacap dan Diklat Sar Air yang di instrukturi tim Basarnas Kabupaten cilacap.
Materi Pertolongan pertama dilaksanakan dengan berbagai simulasi kejadian, utamanya adalah simulasi awal dari proses penanganan korban, baik itu korban yang mengalami Kecelakaan, Tanah longsor hingga korban Gempa Bumi dan Tsunami.
Sedangkan untuk DIklatsar Air, Peserta diklat menggunakan dua prahu karet yang di peroleh dari Basarnas untuk di gunakan sebagai efakuasi korban tenggelam dan korban banjir.

Reporter : Aan Saeful Islam