SMA Muhammadiyah Berikan Maaf, EO Pesta Bikini Bubarkan Diri

SangPencerah.com – Pihak SMA Muhammadiyah 11 berdamai dengan Divine Production, penyelenggara atau event organizer (EO) rencana pesta bikini siswa-siswi sekolah menengah atas dan kejuruan usai ujian nasional, 25 April 2015 lalu.
Mengenai perdamaian ini, maka SMA Muhammadiyah 11 akan mencabut laporan kepolisian atas pencemaran nama baik terhadap pencatutan nama sekolahnya oleh Divine Production.
“‎Karena ini sudah ada kesepakatan, insya Allah (kami) akan mencabut laporan di kepolisian. Pencabutan itu akan dilakukan 7 hari dari hari ini,” ujar Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah 11, Slamet Sutopo di kantornya, kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (27/8/2015).
Menurut Slamet, pencabutan itu akan dilakukan dengan syarat. Yakni peristiwa seperti itu tidak terjadi lagi di hari-hari mendatang.‎ Slamet mengatakan, perihal pencabutan itu juga sudah dirapatkan dengan para Pimpinan Cabang (PCB) Muhammadiyah Rawamangun.
“Kami sudah diskusi dengan atasan kami, setelah kesepakatan ada itikad baik ini, otomatis kami ikuti organisasi kami, dan organisasi kami bisa memaafkan dan mencabut laporan dengan syarat, hal ini tidak terulang kembali,” ujar Slamet.
Divine Production menggelar perdamaian dengan SMA Muhammadiyah 11 Rawamangun, Jakarta Timur. Perdamaian ini terkait dengan pencatutan nama SMA Muhammadiyah 11 dalam rencana pesta bikini siswa-siswi sekolah menengah atas atau kejuruan yang diselenggarakan Divine Production.
Perdamaian dilakukan di SMA Muhammadiyah 11. Kedua belah pihak menandatangani surat kesepakatan ‎damai mengenai pencatutan nama SMA Muhammadiyah 11 dalam promosi pesta bikini bertajuk ‘Splash After Class’ yang saat itu akan diselenggarakan di The Media Hotel & Tower, Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, 25 April 2015.
Selain SMA Muhammadiyah 11, ada 15 sekolah menengah atas dan kejuruan lain di Jakarta dan sekitarnya yang dicatut oleh Divine Production.
Selain menandatangani, pemilik dan pendiri Divine Production, Immanuel Tulus Hasiholan juga menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Permintaan maaf itu dilakukan di depan Kepala Sekolah dan guru-guru SMA Muhammadiyah 11.
Immanuel mengakui, kalau pihak SMA Muhammadiyah 11 sedari awal tidak pernah memberi izin atau dukungan dalam bentuk apa pun terkait rencana acara pesta bikini itu. Immanuel juga mengakui, SMA Muhammadiyah 11 tidak pernah tahu ‎kalau ada acara yang rencananya melibatkan siswa-siswi sekolah menengah atas atau kejuruan itu. (sp/liputan6)