Paket Jakarta Vs Yogyakarta Mewarnai Pemilihan Ketum Muhammadiyah


Makassar – Aroma persaingan kian terasa dari jelang hingga hari pemilihan 13 Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Paket-paket calon PP dilempar ke ruang-ruang komunikasi muktamirin oleh para tim sukses. Ada dua paket yang menguat.

Paket itu adalah paket Jakarta dan Yogyakarta, yang seolah merepresentasikan faksi kepengurusan Muhammadiyah yang terbagi di dua wilayah itu.
Seperti diketahui kantor PP Muhammadiyah terdapat di Jakarta dan Yogyakarta. 2 Periode kepemimpinan Din Syamsuddin — yang merupakan putra Sumbawa dan tak memiliki rumah di Yogyakarta — seolah memindahkan pusat kendali Muhammadiyah yang awalnya di Yogyakarta ke Jakarta.  Nah, dua paket yang menguat ini, merepresentasikan kubu yang ingin pusat kendali Muhammadiyah tetap berada di Jakarta dan kubu yang ingin mengembalikannya ke Yogyakarta.
Di paket Jakarta, muncul 5 nama yang digadang-gadang menjadi PP Muhammadiyah, yaitu Abdul Mu’ti, Anwar Abbas, Dadang Kahmad, Yunahar Ilyas, dan Suyatno. 4 Nama awal dijagokan untuk menjadi ketum, sedangkan nama terakhir, yang merupakan Rektor Universitas Ahmad Dahlan Jakarta diharapkan mengisi salah satu posisi di formasi 13 Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Selain paket tersebut, ada paket lain yang merupakan gabungan paket Jakarta dan Jawa Timur. Mereka adalah Syafiq A Mughni, Muhadjir Effendy, Bambang Setiaji, Alwi Uddin, Abdul Mu’ti, Anwar Abbbas, dan Busyro Muqoddas.
Untuk kubu Yogyakarta, sebenarnya tak ada paket khusus. Namun kabarnya ada konsolidasi untuk memenangkan Haedar Nashir, yang posisinya sudah sangat mengakar di kader Yogyakarta.
Selain paket-paket tersebut, sudah muncul pula paket lengkap berisi 13 nama yang dikampanyekan lewat media sosial dan ruang komunikasi online para muktamirin. Mereka adalah Abdul Mu’ti, Agus Taufiqurrahman, Anwar Abbas, Busyro Muqoddas, Dadang Kahmad, Dahlan Rais, Haedar Nashir, Hajriyanto Y Thohari, M Alwi Uddin, Rizal Sukma, Suyatno, Syafiq A Mughni, dan Yunahar Ilyas.
Paket-paket ini dikampanyekan secara elegan dan tertib. Kampanye dilakukan lewat forum-forum diskusi informal, namun lebih banyak lewat forum komunikasi online, seperti lewat grup BBM dan Whatsapp.
Namun ada juga yang bergerilya mendatangi satu persatu kader Muhammadiyah untuk mengampanyekan paketnya. Selasa (4/8/2015) malam, detikcom melihat sendiri seorang kader Muhammadiyah mencoba mengampanyekan Abdul Mu’ti dan Yunahar Ilyas ke seorang kader lain. Kader yang dikampanye tersebut sebelumnya mengaku sudah mendapat sejumlah pesan Whatsapp yang berisi kampanye paket calon PP.
Ketua Panitia Pemilihan Dahlan Rais mengakui adanya paket-paket ini. Bahkan, Dahlan yang juga merupakan salah satu calon, juga mendapat sejumlah SMS kampanye. Dia mengatakan paket-paket itu juga memasukkan namanya.
“Ya wajar saja, kan pasti sudah punya preferences masing-masing dan ada upaya untuk menggolkan,” kata Dahlan saat berbincang Selasa (4/8/2015) malam.

Kampanye paket-paket ini diyakini masih akan dilakukan di hari pemilihan hari ini. Paket manakah yang akan menang? Jakarta atau Yogyakarta?  (sp/detik)