Muhammadiyah Akan Kirim Ulama Berdakwah ke Luar Negeri



MAKASSAR — Ada 7 organisasi bernama ‘Muhammadiyah’ di luar negeri yang tidak mempunyai hubungan dengan Muhammadiyah di Indonesia, namun punya visi, strategi dakwah bahkan logo yang sama. Mereka disebut sebagai organisasi saudara atau ‘sister organization’.

Dalam Muktamar Muhammadiyah ke-47 di Makassar, ada 7 ‘sister organazation’ yang hadir di arena Muktamar yaitu dari Singapura, Malaysia, Thailand, Kamboja. Timor Leste, Vietnam, dan Mauritius. Mereka meneken kerjasama (MoU) untuk pengembangan Muhammadiyah di negara mereka. “Ringkasnya untuk meningkatkan hubungan kerjasama (dengan Muhammadiyah) dan mohon PWM, PDM, PCM mengetahui ini harus lebih banyak porsi Muhammadiyah Indonesia membantu,” ucap Din Syamsuddin.

Hal itu disampaikan dalam forum tanggapan PP Muhammadiyah di Muktamar Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Makassar, Jl Sultan Alauddin, Makassar, Kamis (5/8/2015). Hadir sekitar 2.000 peserta Muktamar.

Selain dengan organisasi saudara itu, kerjasama juga dilakukan dengan organisasi Islam di Italia dan Jepang. Din mengatakan, ‘sister organization’ itu akan berkembang di beberapa negara lain terutama wilayah Afrika. “Presiden Muhammadiyah di Mauritius menghubungi temannya di Kenya, Tanzania, mau mendorong Muhammadiyah di negara tersebut,” tutur ketua MUI itu. “Maka kemungkinan Muhammadiyah Indonesia yang harus banyak menyediakan logistik. Misal kita kirim dai ke Mauritius ambil da’i dari PWM,” imbuh Din.

Tak hanya itu, kerjasama juga diharapkan dalam bidang pendidikan. Secara konkrit, organisasi Muhammadiyah di luar negeri ingin bekerjasama dengan beberapa universitas Muhammadiyah di Indonesia. “Selama ini sudah dengan Muhammadiyah Sumatera Barat dengan Islamic College di Singpura dan Universitas Muhamamdiyah Pekanbaru,” ucap ketua umum Muhamamdiyah dua periode itu. (sp/detik)