Melacak Spirit Pencerahan di Dalam Al-Quran

Sang Pencerah – Tema muktamar Muhammadiyah yang ke-47 adalah Gerakan Pencerahan Menuju Indonesia Berkemajuan. Dari tema tersebut ada satu istilah yang menarik untuk dikupas lebih lanjut, yakni pencerahan. Istilah ini sekilas sangat jarang digunakan oleh masyarakat pada umumnya baik oleh pemerintah maupun oleh ormas-ormas. 

Uniknya Muhammadiyah menggunakan istilah ini sebagai salah satu jargon gerakannya. Bahkan salah forum tertinggi setelah muktamar dinamai dengan Tanwir, yang berarti pencerahan. Lambang Muhammadiyah adalah matahari yang mencerahkan bumi. Film yang menceritakan perjalanan KH. Ahmad Dahlan diberi judul Sang Pencerah. Bahkan website inipun dinamai sangpencerah.id. Lantas apakah hakikat dari pencerahan ini?

Secara bahasa pencerahan berarti proses mengubah sesuatu dari kondisi gelap menjadi cerah, atau dari kurang cerah menjadi lebih cerah. Adakalanya istilah pencerahan pun digunakan bagi seseorang yang mendapat jalan keluar atau gagasan yang cemerlang. Dalam sejarah barat pencerahan disebut dengan afuklarung, yakni masa dimana ilmu pengetahuan mengalahkan dogma agama. Muhammadiyah sebagai gerakan menjadikan Al Quran dan sunnah sebagai inspirasi. Maka kita perlu melacak konsep pencerahan di dalam Al Quran dan sunnah.
Dalam Surat Al Baqarah : 257 Allah Swt. berfirman: “Allah pelindung orang-orang beriman, Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan menuju cahaya….” Inilah dalil dari pencerahan, yang dalam bahasa Al Quran yukhrijuhum minaz zhulumaat ilaan nuur. Nuur artinya cahaya, merupakan dari simbol kebaikan dan hidayah. Sementara zhulumaat artinya kegelapan, merupakan simbol kejahatan, kezaliman dan kebodohan.
Misi Rasulullah saw. adalah membawa manusia dari kegelapan jahiliyah menuju cahaya hidayah, dari syirik yang membelenggu menuju tauhid yang membebaskan. Inilah makna pencerahan yang menjadi misi gerakan Muhammadiyah. Maka dimana pun Muhammadiyah berada, mesti peka terhadap permasalahan sosial, lalu melakukan transformasi ke arah yang lebih baik. Ruh pencerahan ini juga mesti ada dalam setiap amal usaha yang didirikan oleh Muhammadiyah.
Tentu pencerahan harus dilakukan oleh pribadi-pribadi yang tercerahkan. Sederhananya bagaimana kita mau mencerahkan orang lain kalau diri kita sendiripun masih gelap. Maka dari itu penguatan nalar dan pensucian hati mutlak harus dilakukan sebagai bekal melakukan pencerahan.

Redaksi SP