Kritik Terbuka Untuk KH.Said Aqil Siraj

SangPencerah.com – Perkataan kontroversial diucapkan oleh salah satu Ketua Ormas Islam di Indonesia. “Pokoknya yang tahlilan mantap sekali Pancasilanya. Kalau
anti tahlilan maka kita ragukan Pancasila-nya,” demikian ungkap KH.Said Aqil Siraj, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama dalam Halaqah
Kebangsaan bertema “Pancasila Rumah Kita: Perbedaan adalah Rahmat.”

Ucapan ini dilontarkan K.H. Said Agil Siraj di aula gedung PBNU lantai 8
pada tanggal 26/8/2015, seperti yang diberitakan hidayatullah.

Salah satu tokoh Muhammadiyah, Ustadz Zaini Munir menanggapi pernyataan Ketua PBNU tersebut. “Pernyataan Said Aneh sekali, karena paradok dengan temanya yang menganggap perbedaan sebagai rahmat. Karena justru dengan pernyataan tersebut KH.Said Aqil menganggap perbedaan sebagai ancaman. Keanehan berikutnya malah menerima agama lain sekalipun secara prinsip sangat berbeda dengan Islam”, penjelasan yang diberikan oleh Wakil Majlis Tabligh PP Muhammadiyah 2010-2015.

Tanggapan juga diberikan oleh Ustadz Adnin Armas. “Pernyataan KH.Said Aqil Siraj melukai anak bangsa yang tidak
setuju dengan tahlilan. Banyak warga negara Indonesia yang juga ikut di
berbagai ormas Muhammadiyah, PERSIS, AL-IRSYAD, Dewan Dakwah dan
lainnya, yang tidak terbiasa melakukan tahlilan. Ucapan KH.Aqil Siraj
yang menyatakan anti tahlilan berarti pancasilanya diragukan
menunjukkan pikirannya yang sempit. Banyak tokoh umat Islam dulu dan
sekarang selalu memperjuangkan keindonesiaan tapi mereka sekaligus tidak
menyukai tahlilan”, terangnya kepada redaksi sangpencerah.
Beliau juga menjelaskan bahwa tokoh – tokoh bangsa dari Muhammadiyah, misalnya,
termasuk yang merumuskan Pancasila, seperti Ki Bagus Hadikusumo adalah tokoh yang juga tidak
menyukai tahlilan. Masalah tahlilan adalah khilafiyah, KH.Aqil Siraj
tidak bijak menjadikan tahlilan sebagai barometer pancasilais. Banyak
warga dari Muhammadiyah, PERSIS, AL-IRSYAD dan lainnya terluka dengan
pernyataan ini. Seharusnya sebagai Ketua Umum Nahdhatul Ulama, KH.Aqil
Siraj mengeluarkan pernyataan yang menyejukkan hati umat Islam.
Menjadikan masalah khilafiyah sebagai kriteria pancasilais adalah sikap
yang justru tidak pancasilais. (sp/mch)