Jalan Panjang yang Teduh Muhammadiyah Mencari Ketum Baru


Makassar – Muhammadiyah akan segera memilih Pimpinan Pusat (PP) periode 2015-2020 di Muktamar ke-47. Pemilihan yang akan digelar hari ini merupakan ujung dari jalan panjang proses pemilihan yang telah dilalui sekitar setahun lalu.

Ketua Panitia Pemilihan Muktamar ke-47 Ahmad Dahlan Rais menjelaskan proses pemilihan PP Muhammadiyah melalui proses yang panjang. Syarat untuk menjadi PP pun tak ringan.
“Persyaratan jadi PP itu berat, tidak bisa tiba-tiba. Salah satunya syaratnya harus memimpin dua periode di kepengurusan wilayah atau daerah, atau di majelis tingkat pusat,” kata Dahlan saat berbincang, Selasa (4/8) kemarin malam.
Selain syarat yang berat, proses pemilihan juga melalui jalan panjang dan berliku. Dahlan menuturkan proses pemilihan sudah dimulai sejak dari Sidang Tanwir Muhammadiyah di Samarinda bulan Mei tahun 2014 lalu. Dalam forum tertinggi kedua itu, Muhammadiyah sudah memutuskan tata tertib pemilihan dan membentuk panitia pemilihan.
Dahlan yang terpilih sebagai Ketua Panitia Pemilihan lalu langsung bergerak cepat. Langkah pertama adalah menyurati 204 anggota tanwir, meminta 13 nama bakal calon PP Muhammadiyah.

“Masuklah 200 nama bakal calon. Lalu masuk tahap dua, verifikasi, yang pertama kami lakukan sesuai tatib pasal 1 ayat 3, bakal calon sementara sekurang-kurangnya didukung tiga anggota tanwir,” tutur Dahlan.
Usai diverifikasi, tersisa 108 nama bakal calon yang memenuhi syarat. Kemudian 108 nama tersebut dikirimi formulir oleh panitia pemilihan untuk ditanyai kesediaannya menjadi PP Muhammadiyah.
“Dari 108 formulir yang disebar, hanya 96 yang kembali. 83 Menyatakan bersedia, sisanya menolak. Satu orang yang bersedia meninggal dunia, sehingga tinggal 82 bakal calon,” kata adik Amien Rais ini.
82 Nama bakal calon itu kemudian dibawa ke sidang tanwir jelang muktamar untuk dikerucutkan menjadi 39 calon tetap. Kemudian 39 calon tetap ini yang dibawa ke muktamar.
39 Nama itu akan dipilih menjadi 13 PP Muhammadiyah dalam sidang pleno Rabu (5/8) besok. Dahlan Rais mengatakan persiapan untuk pemilihan besok sudah sangat baik. Selasa (4/8) malam tadi, panitia menyebarkan 2.600 selebaran biodata 39 calon tetap PP Muhammadiyah.
Jumlah selebaran itu sesuai dengan banyaknya pemilik suara di pemilihan besok. Harapannya, seluruh pemilih memiliki pengetahuan yang baik dan siap memilih di bilik suara.
Panitia pemilihan menyiapkan 20 bilik suara dan 10 kotak suara. Proses pemilihan diprediksi berlangsung selama 8 jam, dan penghitungan dengan e-Counting diprediksi berlangsung selama 3 jam. Sehingga, 5 Agustus 2015 Muhammadiyah sudah akan punya 13 PP baru, namun, belum ketum baru.
Ketum Muhammadiyah baru akan diputuskan dua hari kemudian, tanggal 7 Agustus. Pemilihan ketum akan bergantung pada hasil musyawarah 13 PP terpilih. Peraih suarat terbanyak belum tentu jadi ketum.
“Hari Jumat (7/8) mereka akan diberi waktu sekitar satu jam untuk bermusyawarah. Tapi biasanya belum selesai waktu yang diberikan musyawarahnya sudah selesai,” ujar Dahlan.
Musyawarah tersebut akan memilih ketum dan sekretaris umum (sekum) baru. Ketum terpilih akan dimintakan persetujuan peserta muktamar. Jika peserta muktamar setuju, maka ketum baru tersebut akan langsung ditetapkan. Jika tak setuju, maka harus ada musyawarah lagi. “Tapi selama ini tak pernah ada yang ditolak,” tutur Dahlan. (sp/detik)