Hubungan Antara Sabar dan Syukur

Tak ada seorangpun yang selamanya mendapatkan kesenangan, begitupun sebaliknya, tak ada satu orang pun yang selalu dalam kesulitan. Kesenangan dan kesulitan selalu datang silih berganti. Banyaknya kesenangan yang diperoleh dan banyaknya kesulitan yang diderita bukanlah indikator baik buruknya seseorang. Kesenangan dan kesulitan adalah ujian dari Allah kepada manusia. Allah akan menilai sikap manusia terhadap kesenangan yang diperoleh dan kesulitan yang diterima.
Al-Qur’an telah menjelaskan bahwa manusia akan ditimpa dengan kesulitan. Sabar adalah sikap yang harus ditunjukkan ketika seseorang ditimpa dengan sebuah kondisi yang menyulitkan. Orang yang sabar adalah orang yang menyadari bahwa semua kesulitan yang terjadi padanya merupakan sebuah hasil atas perbuatan dirinya sendiri. Orang yang sabar akan mengembalikan urusannya kepada Allah. Mereka segera mengintrospeksi dan memperbaiki diri. Orang yang sabar tidak akan mudah menyerah terhadap kesulitan yang menimpanya. Untuk menjadi orang yang sabar kita dapat meneladani kesabaran nabi Yusuf. Nabi Yusuf yang dijauhkan dari sang ayah oleh saudara-saudaranya sendiri sewaktu kecil, dibuang kedalam sumur, kemudian dipenjara karena godaan dari Zulaikha dengan penuh kesabaran akhirnya beliau dapat bertemu dengan ayahnya ketika beliau telah dewasa dan menjadi pembesar Mesir. Kesulitan sepatutnya dihadapi dengan rasa sabar karena di dalam kesulitan pasti terdapat buah manis yang bermanfaat.
Setelah datangnya kesulitan akan diganti dengan datangnya kesenangan. Sikap syukur adalah sikap yang tepat yang harus senantiasa ditunjukkan ketika memperoleh kesenangan. Bukan sebaliknya bersikap sombong mengkufuri nikmat Allah. Bersyukur terhadap kesenangan yang diperoleh dapat ditunjukkan dengan hati, lisan dan perbuatan. Syukur dengan hati artinya sadar bahwa kesenangan adalah anugerah sekaligus ujian dari Allah. Syukur dengan lisan dapat dilakukan dengan ucapan memuji dan mengagungkan Allah. Syukur dengan perbuatan dapat dilakukan dengan memanfaatkan apa yang telah diperoleh untuk tujuan yang benar.
Nabi Sulaiman telah mengajarkan kita semua bahwa kesenangan baik itu berupa ilmu, kekayaan maupun kekuasaan adalah anugerah dan ujian dari Allah yang seharusnya tidak disikapi dengan sikap sombong melainkan harus ditunjukkan dengan sikap yang senantiasa mendekatkan diri kepada Allah.
Kesenangan dan kesulitan yang diterima oleh manusia seharusnya disikapi dengan benar. Sikap sabar dan syukur adalah dua sikap manusia yang akan diuji dan dinilai oleh Allah atas kesenangan dan kesulitan yang diberikan. Sabar akan menguatkan diri kita terhadap kesulitan yang menimpa, sedangkan syukur akan menambah kesenangan yang sudah diperoleh. Sebaliknya, tidak sabar akan menjatuhkan kita dan kufur akan membawa azab pedih dari Allah SWT.
oleh : Sulthon Arif Rakhman (Aktivis IMM IPB)