Dolar AS Tembus Rp 14.000,-

Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah
66 poin atau 0,47 persen pada perdagangaan hari ini, Senin (24/8).
Rupiah terpuruk dan sempat menembus level Rp 14.006 dari sesi penutupan
perdagangan hari sebelumnya di Rp 13.940 per dolar AS.

Reuters
mencatat, rupiah sampai saat ini telah anjlok 12,95 persen sejak dibuka
pada awal perdagangan tahun ini di level Rp 12.400 per dolar AS.

Anton H. Gunawan, Ekonom yang juga Advisor di Australia Indonesia Partnership for Economic Governance (AIPEG), menilai rupiah masih akan bergejolak untuk beberapa waktu terakhir karena banyak sentimen yang memicu pelarian modal dari pasar uang. Dari eksternal, investor menyoroti soal ketidakpastian rencana normalisasi kebijakan moneter Amerika Serikat dan ancaman depresiasi Yuan China dan Ringgit Malaysia.

“Kalau bicara year to date (Januari sampai hari ini), ringgit Malaysia itu mengalami depresiasi yang paling parah di kawasan Asean,” jelasnya kepada CNN Indonesia, Senin (24/8).

Investor dalam negeri, lanjut Anton, sebenarnya lebih banyak menunggu dan mengikuti strategis yang diambil oleh investor luar negeri. Sementara investor asing selain memperhatikan kondisi domestik Indonesia, juga mempertimbangkan peluang global.

“Kalau mau jujur, mereka yakin Indonesia masih lebih bagus di Asia dibandingkan beberapa emerging market seperti China yang sedang anjlok, Malaysia dan Thailand kena masalah politik,” tuturnya. (cnnindo)