Cabang Muhammadiyah Luar Negeri Ikut Hadir ke Muktamar ke-47 Makassar

MAKASSAR — Organisasi masyarakat Muhammadiyah tak hanya ada di Indonesia. Sejumlah negara juga punya organisasi Muhammadiyah. Namun, meski namanya sama, Muhammadiyah di negara sahabat tak ada hubungan organisatoris dengan Muhammadiyah. Muhammadiyah-muhammadiyah tersebut didirikan karena terinspirasi oleh Muhammadiyah Indonesia, namun menjadi organisasi mandiri yang tak terkait secara organisasi.

Pada pembukaan sidang Tanwir Muhammadiyah hari ini, sejumlah perwakilan dari organisasi Muhammadiyah luar negeri itu hadir. Mereka juga akan menghadiri Muktamar ke-47 sebagai peninjau. Ketua Panitia Penerima Muktamar-47, Muhammad Syaiful Saleh, mengatakan Muhammadiyah luar negeri yang datang berasal dari Filipina, Vietnam, Bangladesh, Thailand, Malaysia, Jepang, Singapura, dan Mauritius.

“Mereka datang sebagai peninjau, undangan khusus,” kata Saleh saat ditemui di arena Muktamar ke-47 di Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (1/8/2015).

Setelah membuka sidang tanwir, Ketum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin sempat mengajak delegasi Muhammadiyah negara lain berkeliling Unismuh sambil bercerita soal kebesaran Muhammadiyah Indonesia. Din menuturkan Muhammadiyah sudah masuk ke segala elemen bangsa. “Kita punya banyak sekolah dan universitas, termasuk di Papua, yang mayoritasnya nonmuslim. Universitas kita di sana 80 persen mahasiswanya malah nonmuslim,” ujar Din yang bicara dalam bahasa Inggris.

Presiden Muhammadiyah Mauritius, Hj Farad Abdool Motalib, yang datang ke Makassar menyambut baik gelaran Muktamar ke-47. Pria yang pernah mengenyam pendidikan di UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat, Tangsel, ini merasa cocok dengan gerakan dakwah Muhammadiyah. “Kami merasa sejalan dan mendirikan organisasi dengan nama sama,” ujar Motalib. (sp/detik)