Busyro Muqoddas: Muktamar Muhammadiyah Teduh


Makassar – Muktamar Muhammadiyah ke-47 yang dimulai dengan sidang Tanwir pada 1-2 Agustus, resmi dibuka pada Senin (3/8) kemarin. Anggota tetap pimpinan pusat Muhammadiyah Busyro Muqoddas menyebut pelaksanaan Muktamar berlangsung teduh.
“Muktamar Muhammadiyah ke-47 bagus, lancar dan teduh,” ucap Busyro Muqoddas saat ditemui di sela Muktamar Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Makassar, Jl Sultan Alauddin, Makassar, Selasa (4/8/2015).
Busyro lalu menanggapi kepemimpinan Din Syamsuddin dalam periode terakhir pertanggungjawabannya disampaikan Selasa (3/8) tadi malam. Menurutnya, Din sukses membawa Muhammadiyah menjadi organisasi Islam yang diperhitungkan di tingkat nasional dan global.
“Sukses dalam membangun relasi internasional dan nasional. Juga dalam mengadvokasi kaum miskin melalui judicial review terhadap Undang-Undang yang bersifat eksploitatif terhadap sumber daya alam,” ujar mantan ketua KY itu.
Advokasi itu dikenal sebagai ‘jihad konstitusi Muhammadiyah’. Beberapa ketentuan dalam Undang-Undang yang berhasil dibatalkan MK atas gugatan Muhammadiyah adalah UU tentang Migas, UU tentang Sumber Daya Air, dan lainnya termasuk uji materi yang sedang diajukan ke MK.
“Pendidikan juga berkembang, berkembangnya dari bawah tidak dari pimpinan karena kita di Muhammadiyah itu bottom up,” kata mantan pimpinan KPK yang masuk daftar 5 besar calon pimpinan pusat Muhammadiyah 2015-2020 hasil Tanwir itu.
Sebagaimana diketahui, Din Syamsuddin telah menyampaikan pidato iftitah atau pidato terakhir sebagai ketua umum PP Muhammadiya pada Senin (3/8) malam. Din memaparkan tentang kondisi Muhammadiyah satu periode terahir dan beberapa pencapaiannya.
Agenda Muktamar selanjutnya adalah beberapa sidang pleno yang membahas agenda Muhammadiyah dalam satu periode ke depan. Termasuk pemilihan 13 dari 39 calon pimpinan pusat Muhammadiyah. Muktamar Muhammadiyah ini diikuti hampir 3.000 peserta hingga Jumat (7/8) nanti.
Berikut 39 nama anggota tetap yang akan dipilih menjadi 13 pimpinan pusat Muhammadiyah periode 2015-2020:
1. Anwar Abbas,Dr,H. MM., M.Ag (151 suara)
2. Abdul Mu’ti,Dr. H, M.Ed. (150 suara)
3. A. Dahlan Rais, Drs. H, M.Hum (149 suara)
4. Yunahar Ilyas,Prof. Dr. H, Lc., M.Ag. (149 suara)
5. M. Busyro Muqoddas, Dr. SH. M.Hum (145 suara)
6. Dadang Kahmad, Prof. Dr. H. M.SI. (144 suara)
7. Muhadjir Effendy, Dr. H, M.A.P. (138 suara)
8. Agung Danarto, Dr. H, M.Ag. (138 suara)
9. Suyatno, Prof, Dr, M.Pd. (137 suara)
10. Haedar Nashir, Dr. H, M.Si (137 suara)
11. Sukriyanto AR, Drs, H, M.Hum (136 suara)
12. Syafiq A. Mughni, Prof. Dr (133 suara)
13. M. Yunan Yusuf, Prof, Dr (129 suara)
14. Zamroni, Prof. Dr. H (125 suara)
15. Imam Addarutqutni, Drs, MA (124 suara)
16. Hajriyanto Y. Thohari,Drs, MA (122 suara)
17. Marpuji Ali, Drs. H, M.SI. (122 suara)
18. M. Goodwill Zubir, Drs H (120 suara)
19. Muhammad Alwi Uddin, Dr, M.Ag. (111 suara)
20. Thohir Luth, Prof. Dr, MA (111 suara)
21. Bambang Setiaji, Prof, Dr, H (111 suara)
22. Syafrudin Anhar, SE., MM. (109 suara)
23. Ahmad Jainuri, Prof, MA., Ph.D. (109 suara)
24. Bahtiar Efendy, Prof, Dr (104 suara)
25. Khoiruddin Bashori, Dr, M.Si., Psi (103 suara)
26. Chairil Anwar, Dr (103 suara)
27. Nadjamuddin Ramly, Dr, H, M.Si. (100 suara)
28. Syamsul Hidayat, Dr, H, M.Ag (96 suara)
29. Sudibyo Markus, dr (96 suara)
30. Asep Purnama Bahtiar, S.Ag., M.Si. (93 suara)
31. Rizal Sukma, Dr (93 suara)
32. Muhammad Muqoddas, Drs. H, Lc.MA (92 suara)
33. Ahmad Norma Permata, Dr. Phil, MA (92 suara)
34. Munir Mulkhan, Prof. Dr (90 suara)
35. Agus Sukaca,dr, M.Kes (89 suara)
36. Agus Taufiqurrohman, dr, Sp.S.,M.Kes (87 suara)
37. Untung Cahyono, Drs. H, M.Hum. (85 suara)
38. Imam Robandi, Prof.Dr.Eng (83 suara)
39. Bambang Sudibyo, Prof. Dr, MBA (83 suara)