Berkarya Nyata Dengan Perbuatan Wahai Kaum Merah

Oleh : Aulia Asmul Nst
Ketua Umum PK IMM Fakultas Hukum UMSU

Sebagai kader ikatan, tentunya kita semua memahami akan tugas dan tanggung jawab yang diemban oleh setiap kader IMM. Dalam rangka mewujudkan akademisi Islam yang berakhlak mulia untuk mencapai cita-cita Muhammadiyah tentu saja bukanlah hal yang mudah untuk dilaksanakan. Banyak tantangan dan rintangan yang akan dihadapi, mulai dari dalam (internal) maupun tantangan dari luar (eksternal). Namun itu bukanlah sebuah cara untuk melemahkan pergerakan kita untuk mencapai visi dan misi sebagai seorang kader.

Mahasiswa sebagai agent of change yang dikenal dengan kebiasaan menulis, dan diskusinya diharapkan mampu untuk memberikan sebuah perubahan nyata bagi lingkungannya. Begitu juga dengan kader IMM yang memiliki trilogi ikatan yaitu religiusitas, intelektualitas dan humanitas pastilah memiliki kemampuan yang lebih dibandingkan mahasiswa biasa lainnya. Dikenal sebagai kader umat, persyarikatan dan bangsa tentu saja menjadi sebuah kebanggaan bagi IMMawan dan IMMawati yang ada di seluruh nusantara.

Namun sebuah kalimat yang begitu bagus disusun hanya akan menjadi kata-kata biasa tanpa ada realisasi nyata. Dulu ketika mendengar nama mahasiswa, maka orang akan berdecak kagum dan iri. Dulu, ketika seseorang menjadi mahasiswa maka kebanyakan orang akan menjalani kuliahnya dengan serius dan tekun. Dulu,  mahasiswa senang dan bersemangat ketika mendapat tugas yang banyak dan berat dari dosen. Namun itu dulu, perubahan zaman ternyata juga memberikan efek besar terhadap kehidupan mahasiswa di kampus.

Menjadi tugas dari kader IMM untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitarnya ataupun persoalan yang lebih besar dengan skala kebangsaan. Dengan pembagian tugas yang sudah ditetapkan mulai dari skala paling bawah yaitu komisariat sampai ke level pimpinan paling tinggi pimpinan pusat semuanya harus tersusun secara rapi dan masif.

Kader IMM dilarang untuk menjadi pribadi yang “omong doang” karena akan memperburuk citra dirinya maupun citra dari IMM itu sendiri. Di era globalisasi ini dimana setiap orang khususnya mahasiswa memiliki gaya hidup yang hedonis dan lebih senang kepada keduniawian. Kader IMM harus menjadi pembeda diantara keseragaman sifat mahasiswa pada masa kini, kader IMM harus berkarya nyata dengan perbuatannya serta menjunjung tinggi etika yang anggun dalam moral serta unggul dalam intelektual.

Bukan hal sulit sekiranya kita semua mau bersungguh-sungguh dalam berIMM. Karena memang sejatinya organisasi ini adalah pelanjut dari apa yang dicita-citakan oleh pendiri Muhammadiyah Ahmad Dahlan untuk mewujudkan Islam yang sebenar-benarnya di bumi ibu pertiwi melalui dunia mahasiswanya. Tak ada kata nanti atau besok untuk berbuat, karena sejarah umat telah menuntut bukti, mari mederupkan langkah, menggeleparkan panji-panji wahai Dahlan Muda sang kaum merah.