Tiga Gerakan Pencerahan Jadi Agenda Muktamar Muhammadiyah

Muhammadiyah akan menggelar Muktamar ke-47 di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (3/8) medatang. Beberapa isu akan dibahas dalam Muktamar yang rencananya akan dibuka oleh Presiden Joko Widodo ini.

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Yunahar Ilyas mengatakan, Muhammadiyah sudah berkoordinasi dengan Istana Negara agar Jokowi dapat membuka acara lima tahunan tersebut.

Menurut rencana, Wakil Presiden Jusuf Kalla juga akan berpartisipasi pada muktamar yang bertema Gerakan Pencerahan Menuju Indonesia Berkemajuan itu. “Penutupan Muktamar Jumat (7/8) akan dihadiri wapres,” ujar Ustadz Yunahar kepada CNN Indonesia, Kamis (30/7).

Setidaknya terdapat empat agenda utama pada muktamar yang akan dihadiri 2000 peserta tersebut. Agenda pertama adalah laporan pertanggungjawaban pengurus pimpinan pusat yang akan demisioner. 


Agenda itu kemudian akan disusul perancangan program kerja untuk periode lima tahun ke depan serta rekomendasi terhadap susuan program-program itu.

Selanjutnya agenda keempat merupakan pemilihan pengurus termasuk Ketua Umum PP Muhammadiyah yang baru. Proses pemilihan itu menurut Yunahar dimulai dengan mengajukan 82 nama calon pengurus. Pada hari kedua muktamar, jumlah calon itu akan dikurangi hingga tersisa 39 calon saja.

Berikutnya, 39 calon pengurus tersebut diajukan ke forum muktamar. Para peserta yang memegang hak suara nantinya akan memilih 13 pengurus periode 2015-2020.

Pemilihan Ketua Umum, lanjut Yunahar, akan dilakukan oleh 13 orang terpilih tersebut secara tertutup, melalui mekanisme suara terbanyak. Seperti tradisi sebelumnya, Ketua Umum PP Muhammadiyah tidak harus salah satu dari 13 pengurus baru. Pengurus terpilih berhak mengajukan nama dari luar 13orang tersebut.

Melalui Muktamar ini, Yunahar menyatakan Muhammdiyah berharap dapat mewujudkan tiga gerakan pencerahan, yakni pembebasan, pemberdayaan dan pemajuan. 

Tema dalam Muktamar kali ini adalah “Gerakan Pencerahan Menuju Indonesia Berkemajuan”.

“Kami ingin membebaskan umat dari segala macam hal yang menghambat kemajuan seperti kemisikinan dan korupsi. Pemberdayaan kami lakukan melalui pendidikan dan memajaukan ilmu pengetahuan,” kata Yunahar.

PP Muhammadiyah ingin Indonesia tidak sekedar negara yang aman, makmur dan adil tapi juga berdaya saing dengan negara-negara lain, terutama di anggota-anggota Asean. (sp/cnn)