Soetrisno Bachir Kritik Kader Muhammadiyah yang Hidup dari Organisasi

JAKARTA – Doktrin aqidah dan amal usaha memang sudah dibangun oleh Muhammadiyah. Tapi sayang, doktrin ekonominya masih belum terbangun dengan baik.
Demikian disampaikan Ketua Majelis Pertimbangan PAN, Soetrisno Bachir, dalam acara Silaturrahmi Intelektual Muhammadiyah di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Minggu malam (5/7).
“Tidak ada praktek membangun ekonomi yang membangun. Pengurus Muhammdiyah saya kritik, padahal kan mottonya ‘Hidup-hidupilah Muhammdiyah’. Tapi ini malah hidup dari Muhammdiyah,” ungkapnya.
Menurut mantan Ketua Umum DPP PAN yang akrab disapa SB ini, ketertinggalan umat Islam saat ini karena organisasi keagamaan islamnya tidak mau berimprovisasi soal membangun roda ekonomi. Bahkan persiapan untuk menggerakannya pun tidak.
“Kalau digerakkan, otomatis umat Islam maju dan berdampak pada kemajuan ekonomi yang berkemajuan,” demikian SB, yang mengaku ingin masuk ke Pengurus Pusat Muhammadiyah ini.
Hadir ratusan tokoh dalam acara tersebut. Antara lain Ketua Umum Muhammdiyah Din Syamsuddin, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Kapolri Badrodin Haiti, Menteri Perindustrian Saleh Husin, Kepala Bappenas Andrinof Chaniago, Ketua DKPP Jimly Asshiddiqie, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Ketua DPD Irman Gusman, Angggota DPR Hidayat Nur Wahid, Rektor UIN Komaruddin Hidayat, Rektor ITB Akmaloka dan peneliti senior seperti Dewi Fortuna Anwar, Salim Said dan peneliti dari penjuru universitas se-Indonesia. (sp/rmol)