Pelantikan Komisariat IMM Se-Djazman Al-Kindi Kota yogyakarta


Yogyakarta – Dalam momentum ramadhan yang identik dengan bulan kemenangan dan bulan penuh berkah, PC IMM Djazman Al-Kindi Kota Yogyakarta menggelar pelantikan Pimpinan Komisariat IMM Se-UAD. Pelantikan yang melibatkan PK IMM sebanyak 11 komisariat ini, berlangsung khidmat dan diikuti banyak kader IMM se-UAD.

Meski dalam waktu pelaksanaannya berbeda, PK IMM se-Djazman Al-Kindi ini menularkan semangat yang berbeda-beda di setiap pelantikannya. Pelantikan diawali dari zona I yang terdiri dari PK IMM Fakultas Ekonomi, Fakultas Psikologi, dan Tarbiyah-Dirasat Islamiyah. Setelah itu disusul dengan zona 3; PK IMM Fakultas Farmasi, Fakultas Teknologi Industri, Fakultas Kesehatan Masyarakat, dan Fakultas MIPA dan JP MIPA. Tidak ketinggalan yang terakhir pelantikan zona 2; PK IMM FSBK, Fakultas Hukum, BPP dan PB2.

Dalam pelantikan tersebut pula hadir pembina IMM, alumni, dan para kader IMM se-UAD yang turut memeriahkan pelantikan tersebut. Dalam sambutannya, pembina IMM UAD, Mufti Hakim, M.H., menyampaikan bahwa pengucapan ikrar yang telah diucapkan sebagai janji, tidak hanya janji kepada manusia, namun lebih dari itu; kepada Allah SWT. “…Jadi, saat Immawan/ti memangku jabatan, tidak hanya bertanggung jawab kepada pimpinan, namun juga pada Allah SWT. Dan ini perjanjian yang sangat berat, immawan/ti tidak bisa main-main.” Tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum PC IMM Djazman Al-Kindi, Lady Farhana, juga menyampaikan bahwa pentingnya sinergi antara PC IMM, Korkom, dan komisariat yang akan bekerja bersama satu periode ke depan. “Kita juga sebagai kader IMM sangat penting untuk mengembalikan ruh IMM pada diri IMM di tingkat komisariat dengan selalu menjadikan pedoman administrasi dan identitas IMM melekat ke dalam diri IMM. Kenalilah IMM saat ini juga agar Immawan/ti bisa bekerja dengan baik saat di komisariat.” Tambahnya.

Immawati Lady juga menyampaikan PK IMM periode 2015/2016 jangan berhenti merencanakan perkaderan di tahun ini saja. Namun, semua harus menyiapkan kader yang akan melanjutkannya di periode berikutnya. “Dengan semangat perkaderan Qs Annisa ayat 9  yang tercantum dalam SPI (Sistem Perkaderan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah), telah sangat baik mengajarkan pada kita bahwa kita harus takut saat tidak ada generasi berkualitas yang akan melanjutkan tangkup kepemimpinan IMM ke depan.”