Pejuang Muhammadiyah Garut H. Ase Ruhiyat Tutup Usia


Garut – Innalillahi Wa Inna Illaihi Rojiun Kini sang pejuang Islam dan mubaligh Muhammadiyah itu telah tiada, Pak Haji Ase Ruhiyat yang akrab dipanggil mualim. Ase Ruhiyat banyak dikenang oleh masyarakat di pelosok-pelosok pedesaan di Garut. Beliau tidak pernah letih untuk berdakwah sampai malam dan kadang subuh.

Untuk mengenang jasa-jasa beliau, mualim Ase Ruhiyat disemayamkan di pesantren Darul Arqom Muhammadiyah Garut. Pesantren tersebut merupakan kebanggaan  organisasi Muhammadiyah di Jawa Barat. Ase Ruhiyat disamping sebagai mubaligh, beliau adalah guru SMA Muhammadiyah yang sangat disegani oleh murid-muridnya.

Dalam pelepasan beliau, Ketua PDM Garut, Drs. Haitami mengenang perjuangan sang pejuang dakwah yang tidak pernah letih untuk tetap berdakwah. Usia lanjut pun tak menghalangi semangat Ase Ruhiyat untuk berdakwah.

Ase Ruhiyat dilahirkan pada tahun 1940. Menikah dengan Siti Hafsah yang kemudian dari pernikahan tersebut, lahirlah sebelas anak. Salah satu anaknya yakni M.Muchlas Rowi yang sekarang menjadi pimpinan umum monitorday.com dan majalah monday.

Pada saat sambutan penguburan jenazah, KH Asep Zakaria tokoh Muhammadiyah Garut menyampaikan bahwa sosok Ase Ruhiyat sangat susah dicarikan penggantinya karena beliau orang yang gigih dalam berdakwah. Bagi Ase Ruhiyat untuk berdakwah tidak ada kata nanti. Di saat hujan besar, di saat malam gelap, beliau tetap bertabligh ke pelosok-pelosok untuk menyampaikan dakwah Islam. Beliau pun tak pernah menolak jika diminta untuk bertabligh. Selamat jalan pejuang Islam. Selamat jalan pejuang Muhammadiyah Garut.(md/sp)