Muhammadiyah Tetapkan 1 Syawal, Jumat 17Juli 2015

Foto Konferensi Pers PP Muhammadiyah Penentuan 1 Syawwal 1436 H
Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Selasa (7/7/2014) mengumumkan hasil Hisab penentuan 1 Syawal 1436 Hijriyah jatuh pada hari Jumat Pahing, 17 Juli 2015 mendatang. Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Pimpinan PP Muhammadiyah, Dr Yunanhar Ilyas didampingi Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Dr Syamsul Anwar di kantor PP Muhammadiyah di Jalan Cik Di Tiro Yogyakarta. 
Dalam kesempatan tersebut, Syamsul Anwar mengatakan bahwa penentuan tersebut didasarkan pada tiga kriteria yang dianggap telah terpenuhi sehingga Muhammadiyah akhirnya memutuskan waktu 1 Syawal pada 17 Juli 2015. Pertama, sudah terjadi ijtimak atau konjungsi antara bulan dan matahari, sementara alasan kedua yakni ijtimak terjadi sebelum terbenam matahari serta alasan ketiga yakni ketika matahari terbenam bulan belum terbenam atau bulan masih berada di atas ufuk. 
“Tiga kriteria tersebut telah terpenuhi pada Kamis Legi 16 Juli 2015 pukul 08.26 WIB berarti kriteria pertama telah terpenuhi sementara terbenamnya matahari di Yogyakarta pada Kamis 16 Juli 2015 pukul 17.37 WIB. Bulan sendiri ketika matahari terbenam masih berada di atas ufuk dengan ketinggian 3 derajat yang juga memastikan bahwa hilal sudah terwujud,” ungkapnya. 
Didasarkan pada hal itulah kemudian Muhammadiyah menentukan bahwa 1 Syawal 1436 Hijriyah tepat terjadi pada Kamis (16/7/2015) malam. “Konversinya pada kalender Masehi yakni pada 17 Juli 2015, jadi Idul Fitri dirayakan pada hari tersebut,” ungkapnya lagi. 
Sementara itu, Yunanhar Ilyas mengatakan bahwa pihaknya meyakini jika hitungan pemerintah dalam Sidang Isbat yang baru akan dilaksanakan jelang tanggal 16 Juli mendatang. “Kami meyakini bahwa hitungan pemerintah melalui ketetapan sidang Isbat nanti juga sama yakni Idul Fitri pada 17 Juli 2015,” ungkapnya. 
Hasil yang didapatkan oleh Muhammadiyah tersebut juga dapat berlaku bagi umat Islam di seluruh penjuru dunia. “Saat ini umat Islam sudah tersebar di seluruh penjuru dunia, apabila masih menggunakan metode Rukyah yang berdasarkan penglihatan maka 1 Syawal akan diperingati berbeda. Oleh karena itulah kita tak ingin ada wilayah yang terlalu cepat ataupun terlambat jadi kita ambil tengah-tengahnya,” ungkapnya lagi. (krjogja)