Kumpulkan Para Pakar, Muhammadiyah Rumuskan Kalender Islam Universal


Jakarta – Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengadakan acara pertemuan para ahli dengan tajuk Colloquium Astronomy Indonesia. Acara ini dimaksudkan untuk ajak bertukar pikiran di bidang sains yang berhubungan dengan penetapan hilal.


“Acara ini sengaja kami adakan untuk kesekian kalinya dengan maksud menjelaskan pada kita tentang data dan pendekatan ilmiah dalam masalah ini,” ujar Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr Din Syamsuddin saat membuka acara di Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta, Selasa (14/7).


Pertemuan ini dihadiri oleh para pakar dalam bidang astronomi, satelit, fikih, dan falak. Mereka terdiri dari para ahli dari berbagai universitas dan organisasi Indonesia.


Ada enam pembicara yang mengisi acara ini, terdiri dari Prof. Dr. Syamsul Anwar dari Majelis Tarjih PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Tono Saksono mantan guru besar UTHM Malaysia, Dr. Ir. Agung Harsoyo dari ITB, Dr. Mudji Raharto peneliti dari Bosch Bandung, Agus Purwanto D. Sc dari ITS, dan Yudhiakto Pramudya, Ph.D dari Universitas Ahmad Dahlan.


Mereka menyampaikan pandangan bahwa Islam sebagai agama yang rasional dan sangat menekankan ilmu pengetahuan. Maka dalam hal penentuan awal Ramadhan dan Syawal itu sebaiknya dan sudah waktunya mengedepankan pendekatan ilmiah.


Ditambah lagi, para pakar ini menyepakati dibuatnya sebuah kalender Islam yang bisa digunakan oleh seluruh dunia. Tidak hanya bersifat lokal atau satu negara saja.


“Sangat mendesak sekali ada kalender Islam, tapi yang bersifat universal atau global, tidak dibatasi hanya batas nasional, Indonesia,” ujar Din Syamsuddin.


Menurut Ketua Umum PP Muhammadiyah, Islam merupakan agama universal sehingga kalender Islam justru akan menyelesaikan berbagi masalah yang bersifat lokal. Ia menegaskan, bahwa tidak benar jika ada pakar yang mengatakan bahwa harus diselesaikan dari Islam nasional terlebih dahulu, merupakan cara pikir yang terbalik.(rol/sp)