Kritik Dosen, Dua Kader IMM Divonis 4 Bulan Penjara


KLATEN – Pengadilan Negeri (PN) Klaten memvonis 4 bulan penjara dan 10 bulan masa percobaan dua mahasiswa STIKES Muhammadiyah Klaten, yakni Dimas Yulian Saputra dan Fajar Purnomo dalam kasus pencemaran nama baik, Senin (13/7/2015).

Pantauan Joglosemar, sebelum jalannya sidang vonis, sempat diwarnai adu mulut antara aparat keamanan dengan sejumlah mahasiswa. ”Kami datang mengawal kawan kami yang sedang diproses persidangan,” kata koordinator lapangan aksi, Agus Wahyu Widodo.

Massa bergerak dari halaman kantor Dinas Pertanian pukul 09.00 WIB. Massa yang berjalan di Jl Yogya-Solo itu memakan badan jalan sehingga membuat kendaraan dari arah Yogyakarta menumpuk.

Aparat keamanan yang berada di lokasi yang mencoba meminggirkan massa terlibat adu tegang. Para mahasiswa akhirnya duduk di depan pintu gerbang PN sebab ditahan masuk aparat keamanan.

Menurut Agus, dua rekan IMM yakni Dimas dan Fajar harus dibebaskan sebab merupakan kader yang kritis terhadap dosen.

Pramusti Arnan Yunanto mantan wakil presiden BEM STIKES Muhammadiyah Klaten mengatakan apa yang dilakukan dua aktivis itu tidak semestinya diajukan ke proses hukum sebab merupakan upaya kritis mahasiswa

Sementara itu, saat jalannya persidangan. Dimas dan Fajar dihadapan Hakim telah terbukti bersalah melanggar pasal 27 pasal 3 Undang-undang Informormasi Teknologi dan Elektronik dan pasal 310 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

Kasus ini berawal dari diskusi internal di Facebook (FB) berakun STIKES Muhammadiyah Klaten tahun 2013. Dimas dan Fajar yang saat itu merupakan aktivis mahasiswa terlibat dalam diskusi tentang kondisi kampus, terutama terkait tidak adanya transparansi konsep dan pola rekrutmen panitia pengenalan program studi dan masa ta’aruf di PT setempat. Dari diskusi tertutup tersebut, mahasiswa sempat menyebut Hisyam Mawardi sebagai salah satu dosen yang dinilai terlibat dalam program tersebut(trb/sp)