Tidak Berizin, Umat Islam Solo Minta Gereja GIDI di Solo Ditutup


Solo – Ratusan umat Islam solo yang merupakan gabungan dari ormas LUIS, JAS, JAT, FKAM, MTA, MMI serta warga mendatangi sebuah rumah yang selama ini dijadikan peribadatan oleh jemaat Gereja Injii Di Indonesia (GIDI). Sabtu (18/7).


Rumah yang beralamat di Jalan Rebab No 17 RT 5 RW III Kelurahan Joyontakan Kecamatan Serengan tersebut sudah puluhan tahun dipakai untuk kegiatan peribadatan.


Masa bergerak dari Masjid An Ni’mah lalu berjalan ke rumah tersebut yang berjarak 1 kilometer.


Dalam orasinya Yusuf Suparno Sekjend LUIS mengatakan bahwa rumah ini tidak memiliki ijin baik dari RT setempat atau dari FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) kora Surakarta.


Senada dengan Yusuf Suparno, Ust Sholeh Ibrahim Ketua JAT meminta agar rumah atau gereja liar ini tidak digunakan. Dan meminta agar pendeta dan pengurus pindah dari rumah tersebut.


Selain meminta gerja ilegal tersebut ditutup masa juga meminta agar Polisi segera menangkap orang-orang GIDI di Papua yang menjadi aktor di balik pembakaran Masjid di distrik Kaburaga Tolikara Papua.


“Jika dalam waktu 2×24 jam kepolisian tidak bisa menangkap aktor kerusuhan maka kami laskar Islam Solo siap berjihad ke Papua” ujar Cak Rowi pengurus JAS Jawa Tengah.


Usai menjalankan aksinya masa membubarkan dirinya dengan tertib.


Sementara itu Ketua RT 5 RW III, Yanto menjelaskan bahwa rumah tersebut sudah digunakan 10 tahun dan semenjak itu selalu digunakan untuk peribadatan atau kebaktian.(md/sp)