Blunder JK Sebut Penyerangan Ummat Islam di Tolikara Hanya Masalah Speaker


Jakarta – Wakil Presiden Jusuf Kala mengungkapkan insiden pembakaran musala dan 16 kios di Papua bermula ketika ada pelaksanaan Salat Idul Fitri dan pertemuan pemuka masyarakat setempat.

“Memang asal muasal soal speaker itu. Ada dua acara berdekatan yaitu Idul Fitri dan pertemuan pemuka masyarakat setempat,” kata Jusuf Kalla di Istana Wapres,

Seperti yang kita ketahui teror terhadap ummat islam terjadi pada saat pelaksanaan Sholat Idul Fitri di Tolikara Papua, massa dari distrik tiba-tiba melempari jamaah saat Takbir ke-7 lalu masjid dibakar. Massa yang disebut dari GIDI Papua (Gereje Injil Di Indonesia) menyerbu dan membakar masjid karena hari ini (Idul Fitri) mereka juga punya acara. Informasi yang beredar, sehari sebelumnya, GIDI mengirimkan surat agar umat muslim tidak menggelar takbiran dan melaksanakan salat idul fitri.

Hal ini juga dikonfirmasi Kabid Humas Polda Papua Kombes Patridge Renwari yang mengatakan Polda Papua akan meminta penjelasan Presiden Gereja Injili di Indonesia
(GIDI) terkait surat edaran yang dianggap meresahkan. Ini dilakukan
untuk mengkonfirmasi dugaan dikeluarkannya surat edaran berisi larangan
adanya kegiatan lain karena adanya kegiatan GIDI.
Pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla bahwa penyebab penyerangan terhadap ummat islam di Tolikara dipicu masalah speaker tentu mengundang tanya, mengapa JK hanya melakukan simplikasi terhadap aksi teror tersebut , harusnya wakil presiden lebih arif dan bijak dalam mengeluarkan statement.
Memang benar kita tidak boleh reaktif terhadap kasus tersebut namun juga tidak bisa JK seolah ingin menyederhanakan masalah yang sangat fundamental yaitu pelarangan dan penyerangan terhadap warga negara yang sedang melakukan ibadah, jangan kemudian ketika ummat islam begitu mudah dicurigai bahkan ditangkap karena hanya diduga terlibat tindakan terorisme namun di sisi lain fakta yang sudah nyata terjadi aksi terorisme terhadap ummat islam hanya disederhanakan sebagai pertikaian warga biasa yang disebabkan speaker.
Ummat Islam juga anak bangsa yang harus dilindungi negara , jangan kemudian hanya dengan dalih toleransi memberikan perlindungan kepada minoritas namun ketika ummat islam menjadi minoritas di suatu tempat Negara menjadi alpa dalam menjalankan tugasnya.(sp.com)